Daerah

Pemko Sabang Sambut Sekolah Lapang Iklim 2026

22
Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus, menyampaikan sambutannya pada pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Kota Sabang Tahun 2026, di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Selasa (23/6/2026). FOTO/ PROKOPIM PEMKO SABANG

*Perkuat Adaptasi Perubahan Iklim

posaceh.com, Sabang – Pemerintah Kota (Pemko) Sabang menyambut pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Kota Sabang Tahun 2026 yang diselenggarakan BMKG Aceh sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah kepulauan, di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Selasa (23/6/2026).

Pada kegiatan bertema “Meuseuraya Iklim Nanggroe Berseri: Sinergi Lintas Sektoral Wujudkan Kedaulatan Air, Ketahanan Pangan dan Kemandirian Energi” tersebut, Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus mengatakan, perubahan iklim merupakan tantangan yang harus dihadapi melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, Sabang sebagai daerah kepulauan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan iklim, terutama dalam mendukung sektor pertanian dan ketersediaan pangan masyarakat.

Foto bersama pada pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Kota Sabang Tahun 2026, di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Selasa (23/6/2026). FOTO/ PROKOPIM PEMKO SABANG

“Ketahanan pangan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus dibangun bersama. Karena itu, kemampuan membaca, memahami, dan menyiasati informasi iklim menjadi kunci dalam memperkuat pertanian dan ketahanan pangan daerah,” ujar Suradji.

Ia menilai, Sekolah Lapang Iklim menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap informasi cuaca dan iklim sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan, khususnya pada sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI H. Irmawan yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Sekolah Lapang Iklim merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kemampuan masyarakat beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

“Sekolah lapang iklim ini nantinya akan mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana kemampuan kita untuk beradaptasi dan membaca tanda-tanda perubahan iklim. Kita berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diteruskan dan disebarluaskan kepada masyarakat lainnya,” paparnya.

Melalui pelaksanaan SLI Tematik 2026, diharapkan peserta mampu memahami informasi iklim secara lebih baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Program tersebut juga diharapkan menjadi wadah pembelajaran dan pertukaran pengalaman bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan iklim, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan sektor pertanian di Kota Sabang.(Aldi/*)

Exit mobile version