Daerah

Pemko Sabang Dukung Swasembada Pangan Berbasis Sekolah

21
×

Pemko Sabang Dukung Swasembada Pangan Berbasis Sekolah

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, menyampaikan sambutannya pada peluncuran Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah, di Sabang, Kamis (18/6/2026). FOTO/ PROKOPIM PEMKO SABANG

*Siapkan Generasi Pertanian Modern

posaceh.com, Sabang – Pemerintah Kota Sabang menyambut baik pelaksanaan Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah yang diinisiasi Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi penggerak sektor pertanian dan pangan di masa depan.

Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, mengatakan program tersebut memberikan perspektif baru dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan, yakni dengan menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia sejak usia sekolah.

“Tentunya kita sangat berterima kasih kepada para pengurus YSPN yang telah hadir bersama kita di Kota Sabang. Kehadiran beliau ini memberikan arti bagi masyarakat yang hidup di kepulauan, di ujung terbarat republik ini,” ujar Andri, pada peluncuran Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah, di Sabang, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, tantangan sektor pertanian ke depan tidak lagi semata-mata terkait ketersediaan lahan, tetapi juga kesiapan generasi muda yang memiliki pola pikir modern dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Seperti yang disampaikan Pak Ketua tadi, hari ini lahan tidak lagi menjadi soal ketika generasi ke depan telah kita siapkan menjadi generasi modern. Sama halnya dengan pertanian dan ketahanan pangan yang hari ini terus didorong secara luas untuk menjamin swasembada pangan bagi republik ini,” katanya.

Andri menegaskan, kebutuhan masyarakat terhadap pangan akan terus meningkat sehingga penguatan sektor pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi yang sesuai dengan kondisi daerah.

Suasana peluncuran Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah, di Sabang, Kamis (18/6/2026). FOTO/ PROKOPIM PEMKO SABANG

“Karena masyarakat tetap membutuhkan makanan pokok, tentunya kita tidak bisa berhenti. Ke depan, lahan pertanian yang kecil bisa kita gantikan dengan teknologi modern dari sektor pertanian itu sendiri,” sebutnya.

Ia berharap penguatan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga lahir generasi yang siap mendukung kemandirian pangan daerah maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Umum YSPN, Daryatmo, menjelaskan Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah dirancang untuk membangun kesadaran bahwa keberhasilan sektor pangan tidak hanya bergantung pada komoditas, tetapi juga pada kualitas manusia yang mengelolanya.

“Kalau kita bicara pangan, selama ini yang dibicarakan selalu objeknya beras, jagung, dan sebagainya. Sedikit sekali yang bicara siapa yang menjadi subyeknya, yaitu sumber daya manusia. Kalau ke depan pertanian diwujudkan secara modern, maka SDM-nya juga harus SDM yang modern, yaitu yang sekarang masih ada di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Menurut Daryatmo, program tersebut juga bertujuan menjawab tantangan regenerasi petani dengan mengenalkan pertanian sebagai sektor yang inovatif dan memiliki prospek luas bagi generasi muda.

“Kami ingin mengatasi krisis generasi petani dengan mengajak generasi muda dan siswa sekolah memahami bahwa pertanian ini tidak hanya sekadar menanam saja, tetapi merupakan aktivitas agrobisnis yang sangat inovatif,” imbuhnya.

Melalui program tersebut, YSPN berharap sekolah dapat menjadi wadah untuk menanamkan nilai tanggung jawab, gotong royong, serta inovasi kepada generasi muda sebagai bekal dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa mendatang.(Aldi/*)