posaceh.com, Banda Aceh – Menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke 37 di Pidie Jaya nanti, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam, membuka seleksi calon kafilah.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Irwanda M Jamil,S.Ag menyatakan lokasi seleksi calon kafilah MTQ Kota Banda Aceh telah dipersiapkan. Hal tersebut diungkapkan dalam rapat lanjutan persiapan seleksi bagi calon kafilah MTQ yang digelar di Aula Lantai 2 Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh. Rabu (15/1/2025).
Ia menjelaskan, rapat tersebut diikuti oleh panitia inti dan pendamping penyeleksi. “Setelah duduk bersama tim pendamping penyeleksi dan menyesuaikan jadwal dan tempat, kami menetapkan beberapa lokasi yang akan menjadi tempat seleksi calon kafilah MTQ Kota Banda Aceh,” ungkap Irwanda.

Ia merincikan 5 lokasi seleksi tersebut bertempat di Mushalla Al – Bayan DSI Kota banda Aceh untuk Cabang lomba Tartil, Tilawah dan Qira’at. Sementara Cabang lomba Syarhil seleksi dilaksanakan di Mushalla Balaikota Pemko Banda Aceh. Cabang Tahfidz dan Khattil lokasi seleksi di Pusat Pengembangan Ilmu Al-Qur’an Banda Aceh.
“Untuk di LPTQ Banda Aceh kantor Dinas Syariat Islam BNA akan dilaksanakan seleksi Cabang lomba KTIQ, hafalan Hadis dan Tunet sedangkan du Aula LT II Dinas Syariat Islam Banda Aceh kami menetapkan sebagai tempat seleksi Cabang lomba Fahmil,” jelas Irwanda.
Ia menuturkan, seleksi calon kafilah MTQ Banda Aceh akan dimulai tanggal 20 sampai 23 Januari 2025 mendatang. “Khusus seleksi cabang tafsir dan hafalan hadist akan kita informasikan ke group peserta secepatnya,” ujarnya.
Irwandan menyampaikan kafilah Kota Banda Aceh menargetkan masuk dalam tiga besar pemenang MTQ Aceh, jika memungkin akan mempertahankan menjadi juara Umum MTQ Aceh di Kabupaten Pidie Jaya, sebagai mana prestadi yg pernah di ukir di MTQ provinsi Aceh tahun 2023 di Kabupaten Kepulauan Simeulue.
“Targetnya masuk tiga besar dulu. Pastinya kami semua akan berusaha semaksimal mungkin mempertahankan titel juara umum,” terangnya.
Baginya MTQ itu bukan hanya sekedar perlombaan untuk mengejar juara, namun hakikat dari MTQ itu bagaimana menjadikan warga Kota Bansa Aceh menjadi masyarakat yang cinta Alquran.
“Ini bukan hanya soal perlombaan, tapi menjaga para penghafal Alquran itu paling penting, serta bagaimana kita semua menciptakan warga Banda Aceh yang mencintai kalam Allah,” begitu Kata Kabid Dakwah DSI Banda Aceh Iwanda M Jamil, S.Ag yang juga PPTK / penanggung jawab MTQ, kafilah Kota Banda Aceh. (AMZ/*)











