posaceh.com, Suka Makmue – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh melatih 34 orang personel Taruna Siaga Bencana (Bencana) sebagai langkap memperkuat kesiapsiagaan bencana di daerah, yang dipusatkan di Alun-Alun Kompleks Perkantoran Suka Makmue.
“Total ada 34 peserta yang mengikuti pelatihan ini, terdiri dari anggota baru dan juga beberapa peserta lama,” kata Wakil Bupati Nagan Raya, Aceh, Raja Sayang kepada ANTARA di Suka Makmue, Rabu.
Selama mengikuti pelatihan, kata dia.
Seluruh peserta mendapatkan berbagai pengetahuan dasar dan keterampilan lapangan yang penting untuk penanggulangan bencana maupun aksi kemanusiaan.
“Sasaran utamanya mencakup tiga hal penting, yaitu penanganan bencana alam, bakti sosial, serta peningkatan kualitas pelayanan langsung kepada masyarakat,” kata Raja Sayang menambahkan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berharap para personel Tagana yang telah dilatih dan dilantik dapat menjadi garda terdepan dalam merespons setiap potensi bencana maupun kegiatan sosial di daerah.
“Fokus utama mereka tentu disiapkan untuk menghadapi situasi darurat saat bencana terjadi,” katanya.
Selain itu, dalam kegiatan-kegiatan daerah lainnya seperti aksi bakti sosial, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dan melibatkan personel Tagana Nagan Raya.
Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Kabupaten Nagan Raya dapat semakin solid dan responsif demi memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Tagana Nagan Raya Catat Sejarah di Aceh
Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang, mengatakan kegiatan pelatihan dan pelantikan Tagana kali ini memiliki catatan sejarah tersendiri bagi wilayah tersebut, karena berdasarkan informasi dari Ketua Tagana Aceh, Kabupaten Nagan Raya menjadi daerah pertama di Provinsi Aceh yang berhasil memecahkan rekor dalam menyelenggarakan pelatihan sekaligus pelantikan anggota Tagana secara mandiri di tingkat kabupaten.
“Ketua Tagana Aceh Yanyan Rahmat tadi menyampaikan bahwa pelatihan dan pelantikan ini adalah yang pertama kali terjadi di tingkat kabupaten di Aceh. Kita di Nagan Raya menjadi yang pertama mencatatkan rekor dalam melaksanakan kegiatan seperti ini,” tambahnya.
Pembina Tagana Aceh, Yanyan Rahmat mengatakan untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lima tahun terakhir di Aceh, kegiatan pengukuhan dan pelatihan akbar Tagana dapat terlaksana secara resmi oleh pemerintah kabupaten setempat.
“Hari ini merupakan yang paling bersejarah karena pemerintah kabupaten, khususnya Nagan Raya, sudah dapat melaksanakan kegiatan Ihsar Tagana yang pertama kali mungkin selama 5 tahun terakhir ini di Aceh,” ujar Yanyan Rahmat, Rabu (21/10/2026).
Pihaknya mengapresiasi langkah cepat pimpinan daerah, baik Pemerintah Provinsi Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, dalam merespons kondisi di lapangan.
Pengukuhan 34 relawan baru ini dinilai sebagai bentuk respons cepat pimpinan daerah terhadap kerawanan bencana, mengingat Tagana merupakan mitra strategis dalam penanganan bencana.
Sejak diresmikan oleh Menteri Sosial pada tahun 2004, Tagana kini telah memasuki usia ke-22 tahun.
Dengan penambahan personel baru ini, total jumlah anggota Tagana di seluruh wilayah Aceh kini telah mendekati angka 800 personel.
Hal ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, dalam membentuk relawan siaga bencana yang siap diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.(Muh/*)
