Daerah

Pemkab Agara Tetapkan Kampung Perikanan Budidaya

1684
×

Pemkab Agara Tetapkan Kampung Perikanan Budidaya

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Agara, Suhada

posaceh.com, Kutacane – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara (Pemkab Agara) melalui Dinas Perikanan Aceh Tenggara, menetapkan kampung perikanan budidaya yang diprogramkan pemerintah pusat dengan menyediakan lahan seluas 52 hektar.

Kadis Perikanan Aceh Tenggara, Firman Desky, SSTP, MAP melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Agara , Suhada, Rabu (24/8/2022) kepada media ini mengatakan lokasi kampung perikanan budidaya yang telah ditetapkan tersebut yakni Desa Lawe Pangkat, Kecamatan Deleng Phokhisen dengan luas areal sekitar 52 hektare yang terdiri dari 13 kelompok tani budidaya ikan.

Penetapan kampung perikanan budidaya di Desa Lawe Pangkat, Kecamatan Deleng Phokhisen, sesuai dengan bidang usaha warga setempat, apalagi selama ini, petani budidaya ikan di desa setempat menjadi pemasok ikan mas, nila dan ikan lele di Aceh Tenggara.

“Mereka merupakan petani budidaya ikan yang terbilang sebagai produsen ikan terbanyak di Aceh Tenggara. Dalam waktu tiga bulan, rata-rata dapat memproduksikan 2 ton ikan per satu keluarga petani ikan,” kata Suhada.

Dari pengamatan pihak Dinas Perikanan, peredaran ikan dari desa tersebut, mencapai 1,5 – 2 ton per harinya. Rincian itu dari hitungan jumlah petani ikan, melalui SK kelompok tani budidaya ikan yang ada di desa tersebut.
“Kelompok tani budidaya ikan di desa Lawe Pangkat berjumlah 13 kelompok, terdiri dari 10 hingga 11 orang dalam setiap kelompoknya, karena itu desa ini dipilih menjadi kampung perikanan budidaya, selain telah berpengalaman juga banyak yang teakh berhasil,” sebut Suhada.

Selain untuk lokal, Aceh Tenggara juga adalah daerah yang terbesar sebagai pemasok ikan mas ke luar daerah dalam Provinsi Aceh, bahkan dalam satu hari peredaran ikan mas ke daerah Aceh dan Sumatera Utara, mencapai 15 ton per hari, sedangkan untuk kebutuhan lokal, setiap harinya dipasarkan sedikitnya 5 ton ikan, termasuk dengan jenis ikan nila dan lele.
“Untuk itu, kita sangat berharap agar program kampung budidaya ikan yang diprogramkan pemerintah pusat, dapat secepatnya terealisasi, agar kesejahteraan petani ikan di desa semakin meningkat dari tahun ke tahun.,” demikian Suhada.(Ilyas/*)