posaceh.com KUTACANE | Pemerintah Aceh Tenggara diminta tidak pilih kasih memberi support atau dukungan kepada perguruan tinggi yang ada di daerah ini.
Hal tersebut disampaikan Ketua Sekolah Staises Kutacane, Dr (Can) Sufian Husni Salam, seusai wisuda 292 mahasiswa tahun akademik 2020/2021 yang berlangsung di aula Dinas Pangan Aceh Tenggara, Sabtu (5/9/2020).
Sufian menyebutkan, bahwa Staises saat ini telah memenuhi standar akreditasi B, demikian juga kualifikasi serta rasio antara dosen dan mahasiswa sudah seimbang.
Namun,katanya, persoalannya untuk memajukan sampai menjadikan Staises sekolah tinggi negeri atau beralih status menjadi Institut Agama Islam Sepakat Segenap, tentu harus mendapat dukungan dari semua pihak terutama Pemerintah Aceh Tenggara.
Dikatakan Staises saat ini antara masih butuh fasilitas sarana dan prasarana sebagai pendukung untuk menjadikan perguruan tinggi yang kompetitif dan berdaya saing di era saat ini.
Tetapi mirisnya, sebut Sufian peran serta dan bantuan dari Pemkab Aceh Tenggara nyaris tak ada. Malah pemerintah daerah terkesan pilih kasih dalam membantu perguruan tinggi swasta yang ada di Kabupaten Agara.
“Sebab sejak tahun 2017 hingga 2020 belum juga ada bantuan apa pun baik fasilitas sarana dan prasarana maupun bantuan keuangan dari Pemkab Aceh Tenggara, jangan sampai keberadaan Staises di Kutacane tak dianggap, apalagi sampai di anak tirikan ,” tegasnya.
Sebaliknya, katanya, ada satu perguruan tinggi yang statusnya swasta, nyaris rutin mendapatkan bantuan dari Pemkab Aceh Tenggara setiap tahunnnya.
“Bahkan Pemkab hampir kerap kali membantu membiayai gaji para dosen, hingga bantuan beasiswa sampai bantuan fasilitas sarana dan prasarana,”tutur ujarnya.
“Padahal di Aceh Tenggara itu ada beberapa sekolah tinggi dan akademi kebidanan ataupun akademi keperawatan swasta, dan yang kuliah di sana semua warga Aceh Tenggara.”
Supian berharap ke depan Pemkab dapat berlaku adil dalam memberikan bantuan. Karena Staises juga sudah berkontribusi nyata dan ikut berperan serta untuk memajukan dunia pendidikan di Aceh Tenggara.
Dalam kesempat itu juga Sufian menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa Staises yang diwisuda sebanyak 292 orang berasal dari tiga jurusan atau program studi yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 159 orang, Hukum Ekonomi Syariah (HES) 57 orang dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) 76 orang.
Saat ini sebanyak 292 mahasiswa yang sudah diwisuda dari angkatan tahun 2014 hingga 2016. (Muhammad T.Is)











