posaceh.com, Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terus menggenjot capaian vaksinasi di Kabupaten Aceh Besar yang saat ini dinilai masih rendah, Pemerintah menargetkan hingga akhir Oktober mendatang vaksinasi mencapai 30 persen.
Sekertaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar, Drs. Sulaimi, MSi mengatakan, hingga saat ini Pemkab terus mengupayakan berbagai cara untuk meningkatkan capaian vaksinasi, Pemkab Aceh Besar mengoptimalkan perangkat Kecamatan dan Desa untuk mengajak masyarakat melakukan vaksinasi.
“Kita telah melakukan rapat kerja bersama Forkopimda untuk meningkatkan capaian vaksinasi, salah satunya mengoptimalkan kinerja perangkat Kecamatan dan Desa untuk melakukan vaksinasi di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Selain itu, Sulaimi juga mengatakan, pihaknya meminta agar para Camat dan Geuchik mengupdate data masyarakat yang telah divaksin dan mengumumkan jadwal vaksinasi serta menghimbau masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. “Ini kita lakukan untuk mengetahui presentase masyarakat Aceh Besar yang telah divaksin, dan sebagai upaya percepatan juga kita lakukan vaksinasi door to door ke setiap gampong,” ungkap Sulaimi.
Selanjutnya, ia menjelaskan Pemkab Aceh Besar bersama Pemerintah Aceh juga telah melaksanakan sosialisasi vaksinasi untuk pimpinan dayah di Kabupaten Aceh Besar, menurutnya hal ini dilakukan juga sebagai upaya percepatan vaksinasi. “Banyak sekali dayah di Aceh Besar, kita sudah lakukan sosialisasi untuk vaksinasi kepada pimpinan dayah, ini juga bagian dari upaya Pemkab untuk percepatan vaksinasi, selain itu juga melalui dayah kita harapkan masyarakat percaya bahwa vaksin yang disuntikan itu halal, jadi masyarakat tidak ragu lagi,” terangnya.
Menurutnya, rendahnya capaian vaksinasi di Aceh Besar disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah banyak masyarakat Aceh Besar yang melakukan vaksinasi di Banda Aceh. “Banyak masyarakat Aceh Besar beraktifitas di Banda Aceh, sehingga mereka melakukan vaksinasi di Banda Aceh, secara tidak langsung data vaksinasi tersebut masuk ke Banda Aceh karena menggunakan aplikasi P-care Kota Banda Aceh,” ujar Sulaimi.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Anita SKM, MKes, diawal mulai vaksinasi banyak sekali P-care Banda Aceh, Seperti Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh atau pihak lainnya, yang membuka gerai vaksinasi di kawasan Aceh Besar, hal tersebut juga menjadi penyebab utama capaian vaksinasi Aceh Besar rendah. “Sebenarnya ini tidak menjadi persoalan, namun secara data P-care akhirnya Aceh Besar menjadi rendah, tapi hal tersebut sudah kita sampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi,” ujarnya.
Selanjutnya, Anita juga menyesalkan banyaknya berita hoax tentang vaksinasi yang menyebabkan masyarakat enggan untuk melakukan vaksin, padahal, untuk mencapai herd immunity capaian vaksinasi harus mencapai 70 persen. “Saat ini masih banyak juga masyarakat yang percaya berita hoax, sehingga mereka menganggap tidak perlu vaksin, nah hal ini yang sangat kita sesalkan,” kata Anita.
Menurutnya, saat ini Pemkab Aceh Besar mengambil langkah cepat dengan melakukan vaksinasi setiap hari door to door ke setiap Kecamatan dan gampong. “Kita akan terus berusaha untuk melakukan vaksinasi masyarakat untuk menciptakan herda imunnity,” katanya lagi.
Menurut Anita, sebenarnya tidak ada masalah jika masyarakat ingin vaksin dimana saja, karena menurutnya, tidak perlu persoalkan kuantitas masyarakat dalam vaksinasi, namun yang paling utama adalah kualitas masyarakat dalam membentuk herd imunnity “Tidak perlu lagi bicara kualitas, tapi yang kita kejar hari ini adalah kualitas masyarakat dalam membentuk herd imunnity,” sebutnya.
Ia menjelaskan, angka presentase saat ini belum bisa dijadikan patokan, menurutnya capaian vaksinasi akan diketahui jumlah sebenarnya setelah nanti akan dilakukan pendataan di setiap Kecamatan dan Desa. “Saat ini yang penting vaksinasi berjalan dengan baik, dan diakhir nanti kita akan data melalui Camat dan Geuchik untuk mengupdate data warga yang telah divaksin,saat itulah kita bisa simpulkan target capaian vaksinasi,” pungkas Anita yang juga sebagai Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar. (Muiz)
