Pemkab Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Siap Antisipasi Bencana Kekeringan

22
Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram), didampingi Wabup Aceh Besar Drs Syukri dan Forkopimda memimpin rapat penanggulangan kekeringan di Aula Kantor Bupati Aceh Besar, Senin (27/7/2026) sore. FOTO/ PROKOPIM PEMKAB ACEH BESAR

posaceh.com, Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar bersama Forkopimda dan OPD terkait akan segera mengantisipasi bencana kekeringan yang melanda wilayah Aceh Besar dalam beberapa waktu terakhir. Hal tersebut sebagai upaya penyediaan air bersih untuk masyarakat dan mencegah gagal panen pada lahan pertanian yang dikerjakan para petani di Aceh Besar.

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) mengatakan, Pemkab Aceh Besar bersama OPD terkait akan komit untuk mengambil langkah-langkah strategis demi mencari solusi dalam menanggulangi musibah kekeringan yang sedang melanda ini.

“Pemkab Aceh Besar dan Forkopimda hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan solusi kepada masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Syech Muharram, saat memimpin rapat penanggulangan bencana kekeringan di Aula Kantor Bupati Aceh Besar, Senin (27/7/2026) sore.

Plt Kadistan Aceh Besar Imam Munandar S.TP menyampaikan pendapat pada rapat penanggulangan kekeringan di Aula Kantor Bupati Aceh Besar, Senin (27/7/2026) sore. FOTO/ PROKOPIM PEMKAB ACEH BESAR

Menurut Bupati Aceh Besar, saat ini sedang terjadi musim kemarau. Oleh karena itu, Pemkab Aceh Besar bersama Forkopimda dan OPD akan bekerja ekstra untuk melakukan langkah-langkah cepat dalam penanggulangan bencana kekeringan.

“Kita akan terus berupaya untuk melakukan berbagai langka dalam penanggulangan bencana kekeringan ini,” ungkap Syech Muharram yang didampingi Wakil Bupati Aceh Besar Drs Syukri dan Sekdakab Aceh Besar Bahrul Jamil SSos MSi.

Selain itu, Wabup Aceh Besar Drs Syukri mengungkapkan, untuk menangani musibah kekeringan ini, perlu juga menemui Komunitas Tani di setiap kecamatan agar mudah melakukan koordinasi terkait daerah prioritas yang diperlukan dalam penanganan bencana kekeringan tersebut.
“Untuk itu, kita semua pihak terus berkoordinasi dan bekerja keras,” katanya.

Salah satu solusi lainnya adalah mempersiapkan proses BTT (Belanja Tidak Terduga) untuk bencana kekeringan adalah dana darurat dari APBD yang disiapkan pemerintah daerah guna membiayai kebutuhan mendesak, seperti distribusi air bersih dan pembuatan sumur bor, setelah status tanggap darurat ditetapkan.

Foto bersama usai rapat penanggulangan kekeringan di Aula Kantor Bupati Aceh Besar, Senin (27/7/2026) sore.
FOTO/ PROKOPIM PEMKAB ACEH BESAR

Sementara itu, Plt Kadistan Aceh Besar Imam Munandar menyebutkan, pihaknya segera berkoordinasi dengan para mantri tani se-Aceh Besar untuk mendata jumlah lahan yang mengalami dampak akibat kekeringan.
“Kita juga melakukan koordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai untuk memastikan dampak kekeringan ini,” terang Imam.

Dalam rapat tersebut, juga dinilai perlu segera melakukan shalat istisqa (shalat minta hujan) dan menetapkan status darurat kekeringan disertai dengan mengaktifkan posko untuk memudahkan koordinasi dengan semua pihak-pihak terkait.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Danlanud SIM Kolonel Pnb Suryo Anggoro, Kapolres Aceh Besar AKBP Chairul Ikhsan, perwakilan Kodim 0101/KBA, Ketua MPU Aceh Besar Tgk H Nasruddin, Para Asisten Setdakab, Kepala BPKD Aceh Besar Arifin SHi MSi, Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan SSos MSi, Kepala Bappeda Agus Husni SP, Kadis PUPR Aceh Besar Ir Syahrial Amanullah, Plt Kadistan Aceh Besar Imam Munandar S.TP, dan Kabag Hukum Setdakab Aceh Besar Rafzan SH MM.(Why)

 

 

Exit mobile version