EkbisNasional

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 T per Mei 2026, 46% dari Target

22
×

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 T per Mei 2026, 46% dari Target

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi utang. FOTO/Diolah dari Berbagai Sumber

posaceh.com, Jakarta – Kementerian Keuangan melaporkan pemerintah telah menarik utang baru sebesar Rp386 triliun sampai Mei 2026 untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pembiayaan utang sampai lima bulan pertama tahun ini sudah mencapai hampir separuh dari total target pemerintah sepanjang 2026. Tepatnya, porsi penerbitan utang baru tercatat 46,4% dari target APBN yang sebesar Rp832,2 triliun.

“Kemudian, pembiayaan non utang Rp6,5 triliun atau 4,4% dari target yang mencapai Rp143,1 triliun,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kinerja dan Fakta pekan lalu, dikutip Senin (8/6/2026).

Secara rinci dipaparkan, total pembiayaan anggaran sampai Mei 2025 tercatat Rp379,4 triliun atau 55,1% terhadap total target APBN Rp689,1 triliun. Angkanya meningkat 16,2% dibanding pembiayaan anggaran periode yang sama tahun lalu, yakni Rp326,5 triliun.

“Pembiayaan APBN dikelola secara prudent (hati-hati) dan terukur serta memperhatikan likuiditas pemerintah, kondisi kas yang optimal, serta dinamika pasar keuangan,” tuturnya.

Terkait pasar surat utang negara, Purbaya menjelaskan bahwa pergerakan imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) tetap stabil di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Hal ini tercermin dari yield SBN tenor 10 tahun yang terjaga di level 6,68%.

Kemudian, selisih imbal hasil yield spread SBN terhadap obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menjadi acuan atau US Treasury relatif rendah dibanding beberapa negara pasar berkembang. Hal ini menunjukkan risiko Indonesia relatif rendah.(Muh/*)