posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Aceh menyatakan saat ini terus menggalakkan keterlibatan swasta dan perusahaan daerah sebagai mitra pembeli utama distribusi komoditi andil inflasi dari wilayah surplus ke yang defisit.
“Artinya offtacker kita dan pengusaha lokal Aceh sudah ikut mendistribusikan komoditi andil inflasi dari wilayah surplus ke yang defisit seperti cabai merah dari Ketol, Aceh Tengah,” kata Asisten II Setda Aceh, T Robby Irza di Banda Aceh, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, cabai merah yang dijual di Gerakan Pangan Murah (GPM) di kabupaten/kota, salah satu komoditasnya yakni cabai merah berasal dari kawasan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.
“Kenaikan harga cabai merah bukan hanya terjadi di Aceh, tetapi kenaikannya sudah menjadi komoditi andil inflasi secara nasional,” katanya.
Ia menyebutkan, untuk produksi cabai merah pada Oktober di Provinsi Aceh mencapai 97,50 ton tersebar di Bener Meriah, Aceh Barat, Aceh Selatan dan Gayo Lues.
“Kita berharap produksi dari daerah sentra cabai merah dapat memenuhi kebutuhan dalam daerah, karena di lapangan para petani ada contract farming dari food estate di luar Aceh yang sudah langsung ke petani,” katanya.
Pihaknya terus berupaya memutus mata rantai tersebut dengan kemandirian pangan dan peningkatan produksi, sekaligus kesejahteraan petani.
Pemerintah Aceh berharap contract farming lintas provinsi, perlu ada kebijakan pusat terkait implementasi kemandirian pangan, agar hasil produksi yang ada dapat terpenuhi dulu kebutuhan lokal.(Muh/*)
