Pendidikan

Pemenuhan Hak Belajar di Masa Covid-19

1874
×

Pemenuhan Hak Belajar di Masa Covid-19

Sebarkan artikel ini
Proses belajar mengajar tatap muka mengikuti protokol kesehatan di TK Klifah Aceh 3, Banda Aceh. Foto : Istimewa.

posaceh.com Banda Aceh – Wabah virus corona desease 2019 (Covid-19) yang masih melanda saat ini, tidak menyurutkan semangat proses belajar mengajar di semua tingkatan pendidikan selama ini. Termasuk mulai sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tetap berjalan dengan berbagai metode mulai daring, home visit, hingga tatap muka yang mengikuti protokol kesehatan (Protkes).

“Pemenuhan hak belajar harus tetap direalisasikan, meski dalam situasi pandemi virus corona,” ujar Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Khalifah Aceh 3, Banda Aceh, Lutvia S.Pd yang ditanya posaceh.com dalam wawancara tertulis tentang proses belajar selama Covid-19, Senin (17/5/2021).

Menurutnya, meski dalam bayang-bayang pandemi Covid-19, guru dan orang tua tidak boleh kalah dalam upaya membekali anak-anak penerus bangsa dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

Lutvia mengatakan, TK Khalifah Aceh 3 tetap melaksanakan proses belajar mengajar di masa pandemi dengan berbagai metode. Dimulai dari metode daring, home visit hingga pembelajaran tatap muka yang berlangsung hingga saat ini tetap mengikuti Protkes dengan menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak dan pembagian shift belajar.

Katanya, program belajar yang dilaksanakan di TK khalifah Aceh 3 dapat diukur dalam masa 100 hari, anak-anak sudah mampu menjawab/memberi salam, mampu menghafal bacaan dan gerakan shalat, mengumandangkan azan bagi laki-laki, membaca iqra’ serta menghafal surat-surat pendek.

Menurutnya, penting mengembangkan kehidupan beragama sedini mungkin, agar anak memiliki moral dan budi pekerti yang luhur serta mengembangkan kemandirian agar anak dapat melayani dirinya sendiri/mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Katanya, pendidikan anak merupakan tanggungjawab bersama antara orang tua dan sekolah. Orang tua tidak dapat sepenuhnya membebankan proses pendidikan anaknya pada sekolah.

Idealnya, proses pendidikan yang berlangsung di satuan pendidikan dapat menghasilkan peserta didik yang tidak hanya memiliki kompetensi secara intelektual namun hendaknya juga memiliki akhlak mulia.

“Dengan bekal akhlak mulia ini, peserta didik akan berkembang menjadi anak yang baik dan akan menjadi dewasa kelak memiliki karakter yang kuat bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” ujarnya.

Sebutnya, semua pihak harus saling merangkul dan melakukan upaya sesuai kapasitas masing-masing membangkitkan semangat belajar anak-anak guna wujudkan generasi bangsa yang cerdas dan berkualitas.

Selain itu, katanya, PAUD memegang peranan penting dan menentukan bagi sejarah perkembangan anak selanjutnya, sebab merupakan fondasi dasar bagi kepribadian anak.

Anak yang mendapatkan pembinaan sejak dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun mental yang akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja, produktivitas. Pada akhirnya anak akan mampu lebih mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Merupakan masa golden age (usia keemasan).

Sebutnya, dari perkembangan otak manusia, maka tahap perkembangan otak pada anak usia dini menempati posisi yang paling vital yakni mencapai 80 persen perkembangan otak.

Lutvia mengatakan, pengelolaan lembaga PAUD pada dasarnya merupakan suatu kegiatan yang dilakukan orang dewasa secara sadar dan bertanggung jawab untuk memberikan pengaruh positif pada anak usia dini sehingga multipotensi dan multikecerdasan yang dimiliki oleh anak usia dini dapat berkembang secara optimal. (Sudirman Mansyur/*).