Daerah

Pemda Bener Meriah buka Posko Pengungsi Korban Amukan Gajah Liar di Pintu Rime Gayo

11
×

Pemda Bener Meriah buka Posko Pengungsi Korban Amukan Gajah Liar di Pintu Rime Gayo

Sebarkan artikel ini
Posko Pengungsi Korban Amukan Gajah Liar di Pintu Rime Gayo. FOTO/@ Kominfo Bener Meriah

posaceh.com, Redelong – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui menerima laporan dan permohonan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak konflik dengan gajah liar di sejumlah kampung dalam wilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Peristiwa amukan gajah liar tersebut dilaporkan terjadi pada 28 Oktober 2026 dan berdampak pada enam kampung, yakni Kampung Blang Rakal, Ulu Naron, Pancar Jelobok, Negeri Antara, Pantan Lah, dan Pantan Sinaku.

Hasil pendataan cepat yang disampaikan pihak kecamatan mencatat sebanyak 95 kepala keluarga/nama warga masuk dalam daftar masyarakat terdampak.

Data tersebut masih menjadi dasar pendataan dan verifikasi lebih lanjut terhadap kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah selaku Kepala Pelaksana BPBD, Ilham Abdi, S.STP, MAP, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat yang terdampak dan membutuhkan bantuan segera.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kita tidak ingin masyarakat terus berada dalam kondisi yang membahayakan. Karena itu, kebutuhan dasar warga yang terdampak harus menjadi perhatian dan ditangani secepat mungkin,” ujarnya, Kamis (30/10/2026).

Adapun kebutuhan mendesak yang telah diusulkan oleh pihak Kecamatan Pintu Rime Gayo meliputi kebutuhan pangan berupa beras, mi instan, minyak goreng, telur ayam, air mineral, serta makanan bayi dan balita.

Selain itu, masyarakat juga membutuhkan bantuan sandang dan perlengkapan pengungsian, di antaranya pakaian layak pakai untuk dewasa dan anak-anak, lima unit tenda komando, lima unit tangki air, selimut, matras atau kasur lantai, perlengkapan bayi seperti popok, serta paket perlengkapan kebersihan dan kebutuhan mandi cuci.

Ilham Abdi menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan menindaklanjuti laporan tersebut melalui SKPK yang terlibat serta dengan pihak kecamatan, aparatur kampung, serta instansi terkait lainnya guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terdata dan penyaluran bantuan dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

Hari ini, BPBD akan mendirikan tenda pengungsian di halaman rumah dinas camat sementara untuk kebutuhan logistik akan disuplay oleh dinas sosial bener meriah.

Selain itu juga akan ada dukungan dari dinas kesehatan terkait layanan kesehatan masyarakat yang harus mengungsi.

Ia juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak agar meningkatkan kewaspadaan, tidak mendekati atau mencoba menghalau gajah liar secara mandiri, serta segera melaporkan apabila terdapat pergerakan gajah yang berpotensi mengancam keselamatan warga.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri yang justru dapat membahayakan keselamatan. Jika melihat keberadaan gajah liar, segera menjauh ke tempat aman dan laporkan kepada aparat kampung atau petugas terkait. Penanganan satwa liar harus dilakukan dengan koordinasi bersama pihak yang memiliki kewenangan dan keahlian,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap melalui koordinasi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak, kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi serta keselamatan warga di Kecamatan Pintu Rime Gayo tetap terjaga.(Muh/*)