Internasional

Pemberontak Serbu Ibu Kota, Presiden Bashar Al Assad Kabur, Pemerintahan Suriah Runtuh

1234
Presiden Suriah Bashar Al Assad. FOTO/AFP

posaceh.com Damaskus – Presiden Suriah Bashar Al Assad kabur meninggalkan Damaskus menggunakan pesawat kala pemberontak sudah merangsek dan menduduki ibu kota pada Minggu (8/12/2024). Dua pejabat tinggi militer Suriah mengatakan Assad meninggalkan Damaskus ke tempat yang belum diketahui kala pemberontak anti-rezim telah memasuki ibu kota tanpa adanya tanda-tanda penempatan pasukan militer negara.

Belum banyak detail soal keberadaan Assad saat ini. Namun, Badan Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) juga melaporkan hal serupa. SOHR melaporkan Assad telah meninggalkan negara tersebut setelah kehilangan sebagian besar wilayah akibat serangan kilat dari pemberontak.

Dalam laporannya, Kepala Badan Pemantau HAM Suriah, Rami Abdel Rahman mengatakan, “Assad meninggalkan Suriah melalui Bandara Internasional Damaskus sebelum pasukan keamanan tentara meninggalkan fasilitas tersebut.” AFP belum dapat mengonfirmasi laporan ini dengan segera.

Laporan kepergian Assad keluar Damaksus ini muncul setelah Al Jazeera juga melaporkan bahwa kekacauan terjadi di bandara ibu kota pada Minggu (8/12/2024) pagi. Pemberontak bahkan dilaporkan telah menduduki sejumlah lembaga dan situs strategis, termasuk radio dan stasiun televisi negara yang selama ini dikuasai rezim Assad.

Seorang pejabat keamanan di Suriah mengatakan kepada CNN, rezim Assad sedang menghadapi keruntuhan. “Dari segi militer, Damaskus telah jatuh,” kata seorang sumber yang mengetahui kemajuan pemberontak itu kepada CNN.

Sumber tersebut bahkan menuturkan unit pengintaian telah memasuki Damaskus semalam dan mencari Presiden Bashar Al Assad, namun tidak berhasil menemukannya. Operasi pemberontak khusus juga disebut telah memasuki Damaskus dan mengambil posisi-posisi kunci di tempat-tempat strategis. Pemberontak mengatakan mereka sedang berkomunikasi dengan elemen-elemen senior rezim Assad yang sedang mempertimbangkan untuk membelot.

Sementara itu, ribuan orang baik yang naik mobil maupun berjalan kaki terlihat berkumpul di sebuah alun-alun utama di Damaskus, melambaikan tangan dan meneriakkan kebebasan, kata saksi mata. “Kami merayakan bersama rakyat Suriah berita tentang pembebasan para tahanan kami, melepaskan belenggu mereka, dan mengumumkan berakhirnya era ketidakadilan di penjara Sednaya,” kata para pemberontak.

Sednaya adalah penjara militer besar di pinggiran Damaskus, tempat pemerintah Suriah menahan ribuan orang. Beberapa jam sebelumnya, pemberontak mengumumkan elah menguasai sepenuhnya kota penting Homs setelah hanya satu hari pertempuran, membuat masa pemerintahan 24 tahun Assad terancam.

Sementara itu, militer Suriah memberitahukan para perwira, pemerintahan Presiden Bashar Al Assad telah berakhir setelah serangan kilat pemberontak berhasil menduduki sejumlah besar wilayah, termasuk ibu kota Damaskus pada Minggu (8/12/2024). Dikutip Reuters, seorang personel militer Suriah mengatakan pengumuman itu diutarakan oleh komandan militernya.

Laporan ini muncul tak lama setelah pemberontak Suriah mendeklarasikan bahwa rezim Assad telah berakhir. “Setelah 50 tahun penindasan di bawah pemerintahan Baath dan 13 tahun kejahatan, tirani, serta pengungsian, dan setelah perjuangan panjang melawan segala bentuk kekuatan pendudukan, kami mengumumkan hari ini, 8 Desember 2024, berakhirnya era kelam itu dan dimulainya era baru bagi Suriah,” kata para pemberontak dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Al Jazeera.

Pemberontak mengumumkan bahwa mereka berhasil merebut dan menduduki ibu kota Damaskus, dan Presiden Assad telah keluar dari Suriah. “Kami mengumumkan akhir dari era kegelapan dan dimulainya era baru Suriah. Di era baru Suriah, semua orang berdampingan dengan damai, keadilan ditegakkan, dan kebenaran ditetapkan,” bunyi pernyataan pemberontak.

Seorang pejabat keamanan di Suriah mengatakan kepada CNN bahwa rezim Assad sudah runtuh. “Dari segi militer, Damaskus telah jatuh,” kata seorang sumber yang mengetahui kemajuan pemberontak itu kepada CNN. Sumber tersebut bahkan menuturkan unit pengintaian telah memasuki Damaskus semalam dan mencari Presiden Bashar Al Assad selama 24 jam terakhir, namun tidak berhasil menemukannya.(Muh/*)

Exit mobile version