POSACEH.COM BANDA ACEH – Para pemain tim sepakbola Aceh yang dipersiapkan ke PON XX/2021 di Papua akan memulai pemusatan latihan daerah (Pelatda) sentralisasi atau terpusat di Lhokseumawe, 19 Juni 2020.
Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh, Nazir Adam kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (16/6/2020) menjelaskan, tim sepakbola Aceh yang merupakan cabang olahraga kategori satu mendapat Pelatda desentralisasi selama dua bulan dan sentralisasi enam bulan yang dibiayai oleh KONI Aceh.
Nazir menyebutkan, Pelatda sentralisasi selama satu bulan pertama ini akan berlangsung 19 Juni hingga 19 Juli di Lhokseumawe.
Katanya, untuk Pelatda sentralisasi bulan berikutnya akan dikomunikasikan lagi dengan KONI Aceh. “Hasil pelaksanaan Pelatda sebulan ini akan kita evaluasi, termasuk pusat latihan yang akan berpindah tidak mesti di Lhokseumawe, yang kemungkinan berpindah ke Langsa dan Banda Aceh pada pemusatan latihan bulan berikutnya”, ujarnya.
Sebutnya, pelaksanaan Pelatda di Lhokseumawe akan menggunakan empat lapangan. Kegiatan latihan tetap mengikuti dan mematuhi protokol pencegahan corona virus desease 2019 (Covid-19).
Begitu juga, katanya, dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona, kegiatan pemusatan latihan sentralisasi ini sifatnya tertutup.
Selama Pelatda, katanya, ada sebanyak 20 pemain yang akan menjalani kurikulum latihan dari pelatih.
Katanya, meski pelaksanaan PON di Papua masih lama, namun para pemain tidak mungkin lama istirahat, dengan pemusatan latihan sentralisasi ini akan menjaga stamina dan kekompakan pemain.
Seperti diketahui, karena pandemi virus corona, PON XX/2020 yang semula dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang diundur Oktober 2021.
“Para pemain dan tim pelatih yakni M Azhar, Muklis Rasyid, Edi Gunawan (pelatih kiper) serta manejer Agusti, masih tetap seperti saat mengikuti Porwil Bengkulu, Oktober 2019,” ujarnya.
Fachri Husaini Direktur Tehnik
Kecuali itu, sebutnya, hanya menambah untuk posisi direktur tehnik yakni Fachri Husaini mantan pelatih tim nasional (Timnas).
Katanya, kehadiran mantan gelandang serang Timnas era 90-an ini untuk memberi muatan kepada tiga pelatih dalam menangani persiapan tim Aceh ke PON Papua.
Sementara itu, manejer tim sepakbola PON Aceh, Agusti menambahkan para pemain akan menjalani fisik dan tehnik selama pemusatan latihan sentralisasi.
Selama ini para pemain telah menjalani latihan desentralisasi mandiri di tempat atau daerah masing-masing. “Mereka selama ini ada menjalani latihan, karena kita ketahui lewat video,” jelasnya.
Tim sepakbola Aceh lolos ke PON Papua, setelah meraih medali emas pada Porwil di Bengkulu. Prestasi tersebut menempatkan sepakbola sebagai cabang olahraga kategori satu di KONI Aceh yang mendapatkan dua bulan Pelatda desenralisasi dan enam bulan sentralisasi. (Sudirman Mansyur).
