Daerah

Pelatihan Ngekhane 2026, Langkah Nyata Perkuat Adat Aceh Tenggara

31
×

Pelatihan Ngekhane 2026, Langkah Nyata Perkuat Adat Aceh Tenggara

Sebarkan artikel ini
Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Agara dan Ketua MAA Aceh Tenggara, Kasri Selian foto bersama peserta pelatihan ngekhane 2026, di Aula STKIP Usman Safri, Kutacene, Agara, Jumat (17/4/2026). FOTO/ ILYAS

posaceh.com, Kutacane – Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Tenggara menggelar pelatihan ngekhane selama dua hari yang berlangsung di Aula STKIP Usman Safri, Kutacene, Agara, Jumat (17/4/2026).

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan masyarakat dalam menjalankan tradisi ngekhane yang merupakan bagian penting dari budaya Aceh Tenggara. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat.

Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Agara, Hattarudin, menyampaikan bahwa pembinaan ini mampu meningkatkan kapasitas generasi muda dalam memahami adat istiadat. Ia menekankan pentingnya kesungguhan peserta dalam mengikuti pelatihan, memperluas wawasan, serta menguasai tutur dan istilah dalam Suku Alas, khususnya tradisi ngekhane.

“Pembinaan ini diharapkan melahirkan generasi muda yang memahami dan mampu melestarikan adat Alas, khususnya tradisi ngekhane, agar tetap berkembang dan lestari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MAA Aceh Tenggara, Kasri Selian, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan adat.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan tradisi ngekhane tetap terjaga dan dipahami dengan baik oleh generasi muda. Adat adalah identitas yang harus terus dilestarikan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmen MAA untuk terus menghadirkan program pembinaan adat secara berkelanjutan guna menjaga dan memperkuat budaya daerah agar tetap hidup dan berkembang.

Tokoh adat, Muhammad Yakub Pelis, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sangat penting dalam mencetak pebahah (pembicara adat) di setiap desa, khususnya di kalangan Suku Alas. Materi yang diberikan mencakup berbagai prosesi adat, mulai dari kelahiran, sunatan, rasulan, pernikahan hingga kematian.

“Kegiatan ini sangat baik dan perlu terus didukung sebagai upaya menanamkan pemahaman adat kepada generasi muda,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga praktik langsung tata cara ngekhane, sehingga diharapkan mampu mengimplementasikannya di lingkungan masing-masing.(Ilyas)