Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Dr Nyak Amir, M.Pd.
posaceh.com Banda Aceh – Pelatih Iran, Behzad Pakzad batal melatih atlet panahan Aceh yang dipersiapkan menghadapi PON XX Papua yang akan digelar 2 – 13 Oktober 2021, karena visanya tidak bisa keluar.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh, Dr Nyak Amir kepada posaceh.com di Banda Aceh Selasa (9/3/2021) menyebutkan, tujuan mendatangkan pelatih dari negara Persia itu untuk meningkatkan tehnik dan peformance atlet secara keseluruhan dalam pemusatan latihan daerah (Pelatda) lanjutan pada 2021.
Menurut doktor di bidang olahraga alumni Universitas Negeri Surabaya 2004 ini, perlunya sentuhan pelatih dari Iran itu sebagai suatu strategi persiapan untuk meraih medali emas di PON XX Papua sekaligus tekad mengulangi kembali prestasi PON XIX/2016 Jawa Barat yang meraih satu medali emas, satu medali perak dan dua medali perunggu.
Sebutnya, mendatangkan pelatih dari negara yang termasuk bagus prestasi panahannya tersebut sudah diprogramkan sebelumnya, namun upaya akhirnya batal, karena visa Behzad Pakzad tidak bisa keluar.
“Kita sudah berkomunikasi dan menandatangani kontrak, namun visa pelatih tersebut tidak keluar karena pandemi Covid-19, sehingga kontrak akhirnya batal,” jelas Nyak Amir yang juga seorang technokrat olahraga Aceh ini.
Kendati begitu, katanya, para atlet yang ditangani pelatih yang dimiliki Perpani Aceh selama ini yakni Gagarudi (koordinator) dibantu Nurbeni dan Irwansyah tetap mengincar medali emas di Papua.
“Dari persiapan melalui pemusatan latihan daerah (Pelatda), kita optimis meraih medali emas sekaligus mengulangi sejarah meraih emas di PON XIX/2016 Jawa Barat,” ujar akademisi olahraga Aceh ini.
Ada sebanyak delapan pemanah andalan yang sedang dipersiapkan yaitu Dhia Rahmat, Nuzul Puji Rama, M. Farhan di devisi recurve putra, Lilis Safriana (divisi recurve putri), M. Mondir (divisi compound putra), Munawarah (divisi compound putri), Fahrul Azmi (divisi nasional putra) dan M. Iqbal (divisi nasional putra).
Delapan pemanah itu, katanya, saat ini sedang menjalani Pelatda lanjutan 2021 KONI Aceh di lapangan panahan komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, yang dimulai 2 Februari hingga September atau menjelang berangkat berlomba ke PON XX Papua yang akan dilaksanakan 2 – 13 Oktober 2021.
“Para atlet yang dipersiapkan tersebut setelah lolos Pra PON di Jakarta, September 2019 dengan meraih prestasi terbaik mencapai semi final,” ujar Nyak Amir yang juga memiliki kemampuan di bidang birokrasi ini. (Sudirman Mansyur).
