posaceh.com, Banda Aceh – Sejak tahun 2020 yang lalu Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh telah menyelesaikan program satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) satu gampong. Program ini merupakan komitmen Pemko Banda Aceh dalam menciptakan genersi muda yang berkualitas. Saat ini Pemerintah Kota Banda Aceh segera menyelesaikan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang penyelenggaran PAUD Holistik Integratif atau yang disebut sebagai PAUD HI.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri, MPd melalui Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Kota Banda Aceh, Drs Muhammad, menjelaskan, PAUD Holistik Integratif merupakan upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis dan terintegrasi.
Layanan stimulasi holistik mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan menjadi kebijakan pengembangan anak usia dini dengan melibatkan pihak terkait baik instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, tokoh masyarakat, dan orang tua, ini telah ditetapkan dalam peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 60 Tahun Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif.
“Untuk itu, dalam upaya mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah, dan pusat,” kata Drs Muhammad kepada posaceh.com, Rabu (21/7/2021).
Ia juga menyebutkan, pelaksanaan PAUD HI dilakukan secara simultan, sistematis, menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal demi mewujudkan anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter sebagai generasi masa depan yang berkualitas dan kompetitif.
“Diterapkan secara sistemik di Satuan PAUD (TK/KB/TPA/SPS) untuk mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak secara optimal agar kelak menjadi anak yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan,” tuturnya.
Maka dari itu, Pemko Banda Aceh ingin menciptakan generasi muda berkualitas dan mempunyai daya saing yang tinggi, oleh karena kami akan segera menyelesaikan peraturan agar pelaksanaan PAUD HI dapat dilaksanakan secara sistematis dan terintegrasi di Banda Aceh,” sebutnya.
Selain itu menurutnya, pengembangan PAUD HI juga bertujuan memenuhi Holistik Integratif lima pilar hak anak. Mulai dari hak anak untuk terHolistik Integratif terhindar dari penyakit, serta hak terpenuhi Holistik Integratif kecukupan gizi agar dapat bereksplorasi dan mengembangkan kemampuan otaknya dengan maksimal.
“Anak juga perlu distimulasi sedini mungkin untuk mendapatkan pengasuhan yang baik dan hak memperoleh perlindungan dari kekerasan fisik dan psikologis,” kata Drs Muhammad, Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kota Banda Aceh.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, bahwa layanan PAUD HI ini meliputi pengembangan karakter, pengembangan aspek dalam bidang agama dan moral, motorik kasar dan halus, kognitif, serta bahasa dan sosial-emosional.
“Metode ini juga menekankan layanan kesehatan dan gizi, serta stimulasi, selain itu, layanan PAUD ini memiliki konsep program berbasis keluarga dan komunitas,” ujar Muhammad
Pemko Banda Aceh sejak tahun 2020 telah memenuhi target 100 persen program satu paud satu gampong, tercatat hingga saat ini ada 270 PAUD di Kota Banda Aceh yang tersebar di sembilan Kecamatan dan 90 Gampong.
“Sejak tahun lalu kita sudah penuhi target 100 persen tersebut, untuk akreditasi dari tahun 2016 hingga 2019 kemarin masih 49 persen mudah-mudahan segera bisa 100 persen untuk akreditasinya. Untuk sukses PAUD HI ini, masyarakat harus aktif terlibat, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.
Terkait dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) masyarakat, menilik data dari tahun 2017 hingga saat ini, ada kenaikan nilai APK, namun jika dilihat pada tahun 2020 karena faktor pandemi nilai APK menurun.
“Sebelumnya nilai APK bagus, malah ditahun 2018 dan 2019 APK kita bisa mencapai 100 persen, tapi memang sejak pandemi melanda tahun 2020 yang lalu nilai APK turun menjadi 81 persen karena anak-anak belajar secara daring,” pungkas Drs Muhammad, Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kota Banda Aceh.(Muiz)











