* Rute Penang – Banda Aceh (PP)
posaceh.com, Kota Jantho – Firefly merupakan sebuah maskapai dibawah naungan Malaysia Aviation Group (MAG), kembali lebarkan sayapnya ke Indonesia khususnya ke Provinsi Aceh pasca pandemi, dengan jam penerbangan dari Penang (PEN) ke Banda Aceh (BTJ) menggunakan Boeing 737-800 jets. Dengan no penerbangan FY3510 keberangkatan dari Penang Internasional Airport (PEN) pada 10.50 waktu lokal dan tiba di bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) pada 11.10 am waktu lokal.
Dalam acara Welcoming Ceremony tersebut, pihak maskapai Firefly dihadiri oleh Global Head Of Sales Malaysia Aviation Group (MAG) Mr. Roslan Bin Ismail, untuk meresmikan dibuka kembali jalur penerbangan Banda Aceh – Penang (PP), yang akan dilakukan dua kali jam penerbangan dalam satu pekan. Penyambutan tersebut juga dilakukan oleh Pj Gubernur Aceh yang diwakilkan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si, di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (7/11/2022).
Iskandar mengatakan, setelah masa pandemi, kini Provinsi Aceh kembali mendapat penambahan salah satu maskapai, dengan penerbangan luar negeri terutama jalur dengan tujuan penerbangan Banda Aceh – Penang dan sebaliknya. Maskapai tersebut merupakan maskapai Firefly, yang sebelumnya sudah pernah beroperasi dan sempat terhenti semasa pandemi.
“Alhamdulillah kita kembali membuka kembali penerbangan tersebut, dengan hadirnya penerbangan tersebut kita dapat memudahkan jalur penerbangan yang biasanya masyarakat aceh melakukan penerbangan dengan tujuan pengobatan,” sebut Iskandar.
Ia menjelaskan, dengan hadirnya kembali jam penerbangan dari maskapai firefly tersebut, juga dapat memberikan manfaat lainnya, seperti halnya mempermudah akses Penang dengan tujuan Banda Aceg yang dengan mudahnya dapat menambah wisatawan asing. Oleh karena itu, khususnya di provinsi Aceh dapat memperkenalkan destinasi wisata di Kota Banda Aceh dan sekitarnya pasca tsunami yang terjadi pada tahun 2004 silam.
“Dalam hal itu, kita juga dapat memperkenal adat dan budaya kita sebagai masyarakat Aceh,” ujarnya.
FOTO/ WAHYU DESMI
Sementara itu, Global Head Of Sales MAG Mr. Roslan mengungkapkan, bahwa ia sangat senang dan bangga bisa kembali membuka jalur penerbangan tersebut. Hal itu bisa membuat sejarah kembali untuk Aceh dan Malaysia, bahkan untuk kali ini pesawat yang disediakan dengan ukuran yang lebih besar dari pada sebelumnya semasa belum pandemi terjadi.
“Seperti yang kita tau, Aceh dan Malaysia memiliki banyak kesamaan, dan hal itu membuat hubungan keduanya bisa semakin erat. Khusus saat ini, harga tiket kita lagi promo dengan harga sekitar Rp 700.000 sekali jalan,” sebutnya.
Sedangkan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal SSTP MSi mengaku sangat antusias perihal dibukanya kembali jalur penerbangan Aceh-Penang melalui maskapai Firefly. Apalagi, masyarakat Aceh telah menantikan hal ini sejak lama dan tentu ini juga akan meningkatkan wisatawan, khususnya Malaysia.
“Dengan meningkatnya wisatawan yang datang ke aceh, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pada umumnya,” pungkasnya.(Wahyu Desmi)
