posaceh.com, Kota Jantho – Perajin rotan di Kecamatan Lhoknga mengeluhkan karena sepi pembeli sejak awal 2023 lalu hingga sekarang.
“Sejak memasuki tahun 2023 hingga 2024 kami sudah mulai kesusahan mencari pembeli, karena keadaan ekonomi masyarakat sekarang semakin sulit, makanya pembeli sepi,” kata Ajir yang akrab disapa Polem perajin rotan di Lhoknga saat di temui posaceh.com, di kiosnya, Aceh Besar, Rabu (10/01/2024).
Menurut dia, biasanya awal tahun baru pembeli ramai, karena kebanyakan pembelinya datang dari luar Aceh. Namun awal tahun ini pembeli sangat menurun.
“Kebanyakan pembeli datang dari luar Aceh, karena bila masyarakat Aceh itu sendiri hanya yang melintasi jalan ini saja yang beli, itupun jarang,” pintanya.
Kemudian, kerajinan rotan yang dijualnya bermacam-macam, termasuk mebel, tudung saji, keranjang, hiasan dinding, cermin dan juga aksesoris lainnya. Untuk bahan yang digunakan dalam membuat kerajinan ini biasanya rotan dari gunung, hal ini dikarenakan kualitasnya yang bagus.
“Dan anyaman yang kami jual bukan hanya produksi dari Lhoknga saja. Tapi, ada juga pasokan dari luar Aceh, seperti Solo dan Jogja,” ujar Polem

Ia menambahkan, harga jual anyamannya tergantung dari jenis produk dan juga bahan yang digunakan. Selain itu, variasi warna dari produk yang dianyam juga menjadi penentu harga jual rotan ini.
“Harganya masih tetap terjangkau, antara Rp 180 sampai dengan Rp 1 juta rupiah, itu tergantung barangnya,” tambahnya.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk memberikan perhatian kepada perajin. Apalagi dengan keadaan sekarang.
“Karena selama ini perhatian dari Pemerintah tidak ada, Kami para perajin semakin sulit, bahan baku mahal. Tapi daya belinya sangat berkurang (sepi),” pungkas Polem. (Dj88)











