posaceh.com, Jakarta – Negara-negara Arab ternyata lebih memikirkan perut mereka sendiri, daripada mendukung Iran yang mendapat ancaman perang dari Israel. Ekonomi menjadi alasan utama negara Arab, seiring Zionis didukung kuat oleh negara adidaya Amerika Serikat (AS).
Negara Arab tersebut telah menyatakan netral saat ketegangan di Timur Tengah meningkat usai Iran meluncurkan ratusan rudal ke Israel pada akhir pekan lalu.
Negara yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Negara Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) melontarkan sikap mereka dalam pertemuan di Doha, Qatar pada Jumat (4/10/2024).
Mereka juga menegaskan Israel dan Iran harus meredakan ketegangan. Israel telah berulang kali menyatakan akan membalas Iran dan beberapa menduga, Israel bakal menggempur situs nuklir dan kilang minyak Teheran.
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia Sya’roni Rofi’i mengurai pandangan dia soal sikap negara Arab.
“Sikap negara-negara teluk yang netral bukan sesuatu yang mengejutkan sebab negara teluk dalam beberapa kesempatan berupaya untuk menghindari konfrontasi militer secara langsung dengan Israel,” kata Sya’roni kepada CNNIndonesia.com.
Negara Teluk yang kaya-raya terdiri dari Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA). Semua negara itu memiliki hubungan yang dekat dengan sekutu Israel yakni Amerika Serikat.
“Negara teluk tampaknya punya keyakinan bahwa terlibat konflik militer dengan Israel akan membawa dampak serius bagi ekonomi dan sektor lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sya’roni menduga faktor lain sikap negara Arab saat ini adalah opsi paling rasional. Jika negara-negara Arab memilih satu pihak, katanya, maka ada potensi menjadi target serangan terutama kilang minyak.
Iran juga bersumpah kemungkinan akan menyerang kilang minyak negara Teluk jika mereka membantu Israel. “Mereka saya kira sangat khawatir tentang keamanan energi,” ujarnya.
“Konflik berkepanjangan antara Israel-Iran juga akan menghambat suplai minyak,” imbuh Sya’roni.
Sementara, pengamat HI dari kampus yang sama Yon Machmudi mengatakan sikap negara-negara Arab menunjukkan perpecahan dukungan ke Palestina di Timur Tengah.
Menurut Yon banyak pihak melihat bahwa konflikn Iran dan Israel akan membelah dukungan terhadap Palestina. “Karena biar bagaimanapun Iran mendukung Palestina,” ujarnya, seperti dikutip dari CNN, Rabu (9/10/2024).
Di luar dukungan Iran ke Palestina, sejumlah pihak menduga jika Israel melakukan serangan balasan akan ada serangan lanjutan dari Iran.
Iran juga sebelumnya sudah mewanti-wanti agar Israel tak melakukan serangan balasan. Jika mereka abai, IRGC akan menggempur Negeri Zionis dengan cara yang lebih menghancurkan dan mematikan.
Para pengamat menilai eskalasi semacam itu bisa memicu perang ping-pong rudal dan merugikan kedua pihak.
Beberapa pengamat lain juga menilai perang Iran-Israel justru memperkeruh upaya komunitas internasional untuk menyelesaikan konflik di Palestina yang terus digempur Israel hampir setiap hari.(Muh/*)
