Ekbis

Nasib Suzuki Ignis di Ujung Tanduk

227
×

Nasib Suzuki Ignis di Ujung Tanduk

Sebarkan artikel ini
Permintaan Turun, Suzuki Diam-Diam Setop Penjualan Ignis. FOTO/Indiacarnews

posaceh.com, Jakarta – Maruti Suzuki telah menghentikan penjualan untuk salah satu city car andalannya, Ignis di pasar India. Keputusan ini, menyusul penurunan permintaan mobil perkotaan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Disitat dari Indiacarnews, jenama berlambang ‘S’ ini memang belum mengumumkan secara resmi penghentian produksi dari Suzuki Ignis.

Bahkan, mobil perkotaan ini masih tercantum di situs resmi perusahaan, meskipun sejumlah dealer disebut sudah tidak lagi menerima pemesanan unit baru.

Sepanjang perjalanannya, Suzuki Ignis ini sudah mendapatkan tiga kali pembaruan di Negeri Bollywood, termasuk facelift besar pada 2020.

Namun, desain yang terbilang unik dan posisi produk yang kurang jelas membuatnya sulit bersaing, ditambah tidak adanya pilihan mesin diesel yang sempat diminati pasar.

Selain itu, tren pasar di India memang bergeser ke arah SUV kompak. Segmen crossover kecil berkembang pesat, membuat eksistensi Ignis semakin tergerus oleh model yang menawarkan tampilan lebih tangguh dan ground clearance lebih tinggi.

Sebagai penggantinya, Maruti Suzuki dikabarkan tengah menyiapkan SUV mungil baru dengan kode internal Y43.

Model ini diproyeksikan meluncur sekitar 2027, dan akan bersaing langsung dengan Hyundai Exter serta Tata Punch di segmen micro-SUV yang sedang naik daun.
Untuk sektor dapur pacu, SUV baru tersebut disebut akan mengusung strategi multi-powertrain. Pilihannya berpotensi mencakup mesin bensin dengan teknologi mild hybrid, opsi CNG/CBG, hingga varian listrik.

Varian Mesin untuk SUV Baru Suzuki
Bahkan, ada kemungkinan penggunaan mesin bensin 1.2 liter tiga silinder, dengan dukungan mild hybrid, atau mesin turbo 1.0 liter yang sudah dikenal.

Tak hanya itu, model anyar ini juga berpeluang dibekali teknologi strong hybrid terbaru, yang tengah dikembangkan Maruti Suzuki.

Jika terealisasi, SUV kecil tersebut bisa menjadi salah satu model paling efisien dalam hal konsumsi bahan bakar, sekaligus memperkuat posisi merek di segmen SU.(Muh/*)