News

Nagan Raya Mulai Produksi Giok untuk Lantai Marmer

3789
×

Nagan Raya Mulai Produksi Giok untuk Lantai Marmer

Sebarkan artikel ini
FOTO/ANTARA Pekerja membelah dan mengolah batu giok untuk bahan baku pembangunan masjid Agung Baitul A'la di Nagan Raya, Aceh, Selasa (21/7/2020). Masjid Agung Baitul A'la membutuhkan sekitar 7.000 meter persegi batu giok untuk lantai dan dinding.

POSACEH.COM, SUKA MAKMUE – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh kini mulai memproduksi batu alam jenis giok untuk dijadikan marmer guna mengelola sumber daya alam di daerah ini, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pasalnya, dengan sumber daya batu alam besar yang dimiliki, batu alam tersebut nantinya akan bisa diolah menjadi aneka hasil batu alam yang diharapkan dapat meningkatkan investasi ke daerah tersebut.

“Untuk sementara, batu giok yang kita produksi ini digunakan untuk pemasangan bagian lantai dan dinding pada bagian Masjid Agung Baitul ‘Ala di Kompleks Perkantoran Pemerintah di Suka Makmue,” kata Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham, Rabu.

Ia berharap, pemasangan batu alam pada bangunan masjid tersebut tersebut nantinya diharapkan akan menjadi ikon wisata di daerah ini, sekaligus mewujudkan destinasi tujuan baru wisata islami di Indonesia yang berada di wilayah barat Aceh.

Bupati HM Jamin Idham menyatakan, dibutuhkan sekitar 7.000 meter persegi batu Giok untuk ditempatkan di sejumlah sisi bangunan masjid di daerah ini.

Ia menargetkan, pemasangan batu alam tersebut akan tuntas secara keseluruhan pada tahun 2022 mendatang.

Seluruh batu alam yang diambil di kawasan hutan Krueng Isep, Kecamatan Beutong tersebut seluruhnya diolah di Nagan Raya, yakni di kawasan Desa Blang Sapek, Kecamatan Suka Makmue, dengan mendatangkan pekerja dari Tulung Agung, Provinsi Jawa Timur.

Ada pun ukuran batu yang diproduksi tersebut memiliki ukuran 60 centimeter x 150 centimeter, dengan lama proses pemotongan batu mencapai satu jam lebih, ungkapnya.

“Insya Allah, jika tidak ada kendala, pada tahun 2022 mendatang. Masjid Giok Nagan Raya ini akan tuntas secara keseluruhan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk beribadah, serta aneka kegiatan keagamaan lainnya,” katanya menuturkan. (Ant)