Internasional

Myanmar Gerebek Markas Judol, 346 WNA Ditangkap dan 10 Ribu Ponsel Disita

546
×

Myanmar Gerebek Markas Judol, 346 WNA Ditangkap dan 10 Ribu Ponsel Disita

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Ratusan WNA ditangkap dalam penggerebekan markas judol Myanmar. FOTO/REUTERS

posaceh.com, Naypyidaw – Militer Myanmar menggerebek markas penipuan daring ( online scam ) di perbatasan Myanmar-Thailand dan menangkap lebih dari 300 orang.

Dalam laporan media pemerintah The Global New Light of Myanmar, junta Myanmar menyerbu markas judi dan penipuan di Shwe Kokko pada Selasa (18/11/2025) dan menangkap sekitar 346 warga negara asing (WNA) di sana.

“Dalam operasi tersebut, 346 warga negara asing ditangkap dan saat ini sedang bersantai,” demikian laporan media junta, seperti dikutip AFP, Rabu (19/11/2025).

“Nyaris 10.000 ponsel yang digunakan dalam operasi judi online juga disita,” lanjut The Global New Light of Myanmar.

Sejak kudeta militer memicu perang sipil pada tahun 2021 lalu, wilayah perbatasan Myanmar menjadi lahan pinggiran bagi pusat-pusat penipuan dan perjudian. Banyak laporan menyatakan markas ini dijalankan oleh ribuan WNA yang dijual dari luar negeri.

Warga negara China pelaku sekaligus korban penipuan terbesar dalam skema ini.

Junta pada Rabu( 28/11/2025) menyalahkan kelompok oposisi bersenjata karena telah membiarkan markas online scam menjamur di perbatasan. Junta mengaku telah mengambil tindakan setelah merebut kendali wilayah tersebut.

The Global New Light of Myanmar menyatakan perusahaan Yatai milik tersangka pemeras keturunan China-Kamboja, She Zhijiang, merupakan “entitas yang terlibat” dalam wilayah operasional Shwe Kokko.

She Zhijiang telah ditangkap pada tahun 2022 lalu di Thailand dan diekstradisi ke Tiongkok pekan lalu untuk menjalani persidangan atas tuduhan keterlibatan dalam perjudian online dan penipuan online.

Dia dan perusahaannya saat ini telah diberikan sanksi oleh Inggris dan Amerika Serikat.

Aksi bersih-bersih junta ini juga dilakukan pada Oktober lalu di markas online scam KK Park. Lebih dari 600 bangunan diklaim telah dihancurkan selama operasi tersebut.

Penggerebekan junta ini mulai masif dilakukan sejak Februari. Sekitar 7.000 tersangka penipu telah dikirim ke negara masing-masing.

Seiring dengan itu, Thailand juga telah memblokade akses internet lintas batas guna menghambat operasi penipuan dan perjudian.

Menurut laporan PBB, jumlah kerugian korban penipuan di Asia Tenggara dan Timur telah mencapai US$37 miliar atau sekitar Rp 618 triliun pada tahun 2023.(Muh/*)