Pemko Banda Aceh

Musrena dan Balee Inong Langkah Pasti Pemko Banda Aceh Wujudkan Kota Ramah Gender

2244
×

Musrena dan Balee Inong Langkah Pasti Pemko Banda Aceh Wujudkan Kota Ramah Gender

Sebarkan artikel ini
Cut Azharida, SH Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh. FOTO/ ABDUL MUIZ

posaceh.com, Banda Aceh – Kendati bukan program baru Musyawarah Rencana Aksi Kaum Perempuan ( Musrena) dan Balee Inong merupakan wujud langkah pasti Pemerintah Kota Banda Aceh menuju Banda Aceh Kota Ramah Gender.

 

Menurut Cut Azharida, SH Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh mengatakan kepada posaceh.com di ruang kerjanya Selasa, (13/7/2021), Musrena merupakan instrumen utama Pemerintah dalam mewujudkan Kota ramah Gender. Gagasan ini merupakan perwujudan dari komitmen Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh dan jajaran birokrasinya untuk membuka seluas-luasnya ruang partipasi bagi seluruh masyarakat khususnya kaum perempuan dalam keseluruhan proses pembangunan kota.

 

“Melalui Musrena ini Pemerintah Kota Banda Aceh ingin menjaring aspirasi perempuan sebagai tonggak pembangunan, karena perempuan tidak hanya sebagai obyek tapi juga subyek pembangunan Kota Banda Aceh,” tutur Cut Azharida.

 

Selanjutnya, gagasan tentang perlunya Musrena dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan rendahnya partisipasi kaum perempuan di Kota Banda Aceh dalam proses perencanaan pembangunan.

 

Dengan komposisi jumlah penduduk perempuan dan laki-laki di Kota Banda Aceh relatif berimbang. Selain itu, ditemui adanya beberapa penyimpangan dari aturan normatif dan bersifat tidak ramah terhadap keterlibatan perempuan. “Atas dasar inilah Musrena digagas sebagai upaya keadilan antara perempuan dan laki-laki,” ujarnya.

 

“Selain itu Musrena bertujuan sebagai upaya menyadarkan kaum perempuan akan pentingnya peranan mereka dalam menentukan arah pembangunan daerah, membangun pengertian yang lebih baik terhadap kebutuhan perempuan serta memperbaiki kehidupan mereka melalui program/kegiatan pembangunan daerah,” sambungnya.

 

Cut Azharida juga mengatakan, dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya perempuan di Kota Banda Aceh Pemko Banda Aceh bersama NGO (Non Goverment Organization) dan Masyarakat gampong membentuk Balee Inong sebagai wadah pengembangan perempuan dalam berbagai sektor, baik ekonomi, sosial, politik, budaya dan agama.

 

“Tujuan utama pembentukan Balee Inong ini sebagai wadah pengembangan perempuan, disini perempuan bersama-sama merumuskan program inovasi untuk peningkatan diri, baik dari segi ekonomi, sosial, politik, budaya dan agama,” terangnya.

 

Ia menjelaskan, saat ini Kota Banda Aceh memiliki 20 Balee Inong yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kota Banda Aceh. “Merekalah yang nantinya mewakili aspirasi perempuan dari setiap gampong dalam Musrena bersama Pemerintah, jadi melalui ini lah Pemerintah menjaring aspirasi perempuan yang nantinya akan dimasukkan dalam program prioritas Pemerintah Kota Banda Aceh,” jelasnya.

 

Begitupun, DP3AP2KB Kota Banda Aceh memiliki tantangan saat ini adalah memberikan penyadaran kepada kaum lelaki tentang pentingnya partisipasi politik perempuan. “Tantangan lain adalah mengajak dan juga memberikan penyadaran kepada kaum perempuan tentang pentingnya keterlibatan mereka dalam proses perencanaan dan perumusan kebijakan, maka dari itu kami terus memberikan pemahaman kepada perempuan agar dikemudian hari perempuan bisa mandiri,” pungkas Cut Azharida SH.(Muiz)