Ekbis

Motor Listrik dengan Baterai Tanam Dinilai Lebih Praktis

13
×

Motor Listrik dengan Baterai Tanam Dinilai Lebih Praktis

Sebarkan artikel ini
Perbandingan Gesits G1 vs ALVA N3. FOTO/Dok. Gemini

posaceh.com, Jakarta – Harga menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika memilih motor listrik. Selain desain dan jarak tempuh, sistem kepemilikan baterai juga bisa memengaruhi keputusan pembelian.

Saat ini, konsumen dapat memilih motor listrik dengan baterai yang dibeli sekaligus atau menggunakan skema sewa baterai.

Masing-masing memiliki pertimbangan, terutama terkait harga awal, biaya penggunaan, dan kemudahan pengisian daya.

Motor listrik dengan skema sewa baterai umumnya memiliki harga awal lebih rendah karena konsumen tidak perlu membeli baterai secara langsung.

Namun, ada biaya sewa yang perlu diperhitungkan selama masa pemakaian.

Sementara itu, motor listrik dengan baterai milik sendiri membutuhkan biaya pembelian awal lebih besar.

Harga Awal Terjangkau  Rahman, pemilik Alva N3 Next Gen, merasakan perbedaan tersebut ketika memilih motor listrik.

Sebelumnya, ia pernah menggunakan Smoot Tempur pada 2022 hingga awal 2024 yang mengandalkan sistem tukar baterai atau battery swap.

Pada 2026, dia kemudian kembali tertarik menggunakan motor listrik setelah Alva menghadirkan N3 Next Gen dengan skema sewa baterai.

Rahman mengaku sudah tertarik dengan merek Alva sejak sebelumnya. Namun, harga motor listrik yang mencapai Rp 30 juta membuatnya belum memutuskan untuk membeli.

“Baru setelah menemukan motor listrik Alva, sebenernya dari dulu suka sama brand Alva, namun harga motor tersebut sampai Rp 30 juta,” katanya.

“Namun ketika mereka launching Alva N3 Next gen dengan sistem sewa itu membuat harga motor listrik lebih masuk akal,” katanya.

“Saya beli kurang lebih di Rp 16 juta dan menggunakan sistem sewa sesuai pemakaian,” ujarnya.

Rahman mengatakan, ia mulai menggunakan Alva N3 Next Gen pada Mei 2026. Hingga saat ini, ia mengaku belum mengalami kendala selama menggunakan motor listrik tersebut.

“Saya sudah menggunakan motor Alva N3 Next Gen tersebut dari bulan Mei 2026 hingga sekarang dan sampai sekarang tidak ada kendala sama sekali,” ujarnya.

Pandangan Lain Di sisi lain, ada calon konsumen yang lebih menyukai motor listrik dengan baterai milik sendiri. Salah satunya Jajang, warga Bandung, Jawa Barat, yang mulai tertarik menggunakan motor listrik.

Jajang mempertimbangkan motor listrik dengan baterai yang dibeli sekaligus karena ingin mengisi daya di rumah. Menurut dia, harga di kisaran Rp 30 juta masih dapat dipertimbangkan. “Iya yang sama baterai. Soalnya kan juga bisa diisi di rumah. Harganya Rp 30 juta masih masuk,” ujarnya.

Jajang juga mempertimbangkan pola pemakaian kendaraan sehari-hari. Ia menilai motor listrik dapat digunakan untuk perjalanan rutin, sedangkan motor bensin tetap dimanfaatkan ketika perlu menempuh perjalanan jauh.

“Jadi motor bensin tuh kayak bakal keluarnya itu enggak selalu tiap hari gitu loh. Biasa perjalanan jauh pakai motor bensin gitu,” katanya.

Biaya Awal dan Pengeluaran Perbedaan harga antara motor listrik dengan baterai milik sendiri dan skema sewa dapat terlihat pada sejumlah model di pasaran.

Sebagai gambaran, berdasarkan contoh harga yang dihimpun, Polytron Fox 350 ditawarkan dengan harga beli putus sekitar Rp 27,5 juta hingga Rp 29 juta, termasuk baterai.

Sementara itu, dengan skema sewa baterai, harga unit Polytron Fox 350 berada di kisaran Rp 15,5 juta hingga Rp 17 juta, ditambah biaya sewa baterai Rp 200.000 per bulan.

Harga tersebut dapat berbeda menurut wilayah dan kebijakan diler. Contoh lainnya adalah motor listrik dengan program sewa baterai yang ditawarkan dengan harga promo Rp 18,5 juta untuk wilayah Jabodetabek, dibandingkan harga normal Rp 24,5 juta.

Adapun harga promo untuk pembelian lengkap dengan baterai tercatat Rp 31,5 juta, dari harga normal Rp 37,5 juta.(Muh/*)