Nasional

Monolog “Hikayat Ringkih” Siswi SMAN 1 Kota Jantho Sampaikan Pesan Kemanusian pada Panggung Penutupan PPN XIV

32
Cut Azalea Syadza, siswi kelas XII SMAN 1 Kota Jantho, Aceh Besar, saat membawa puisi berjudul "Hikayat Ringkih" pada malam penutupan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh-Indonesia di Taman Sari Gunongan, Banda Aceh, Minggu (28/6/2026). FOTO/ MURSALIN

posaceh.com, Banda Aceh – Penampilan monolog berjudul “Hikayat Ringkih” yang dibawakan oleh Cut Azalea Syadza, siswi kelas XII SMAN 1 Kota Jantho, Aceh Besar, berhasil memukau peserta dan tamu undangan pada malam penutupan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh-Indonesia di Taman Sari Gunongan, Banda Aceh, Minggu (28/6/2026).

Di hadapan peserta dari 14 negara, Cut Azalea menyampaikan pesan kemanusiaan yang sejalan dengan tema PPN XIV, “Dari Diksi Menjadi Aksi”. Melalui pertunjukan monolog tersebut, ia mengajak penonton merenungkan pentingnya menjaga kehidupan dan masa depan generasi mendatang.

Dengan ekspresi yang kuat dan satir, Cut Azalea menggambarkan duka masyarakat pascabencana banjir. Dalam salah satu adegan, ia menuturkan kisah tentang rumah yang hilang, sekolah yang hancur, kebun dan sawah yang musnah, hingga tumpukan kayu bernomor yang mengubur sebuah kota. Penyampaian yang dibalut tawa getir justru menghadirkan ironi yang menyentuh emosi para penonton.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Kebudayaan RI, Prof. Dr. Ismunandar, Ph.D. Menurutnya, penampilan Cut Azalea menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk melanjutkan estafet para maestro penyair dan seniman di masa depan.

“Penampilan Cut Azalea membuktikan bahwa bakat generasi muda sangat terbuka untuk berkembang dan menjadi penerus para maestro penyair yang mampu menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan melalui karya sastra dan seni pertunjukan,” ujarnya.

Penampilan monolog “Hikayat Ringkih” menjadi salah satu sajian yang paling berkesan dalam malam penutupan PPN XIV. Pertunjukan tersebut tidak hanya menghadirkan nilai artistik, tetapi juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kemanusiaan, lingkungan, dan keberlanjutan kehidupan melalui kekuatan sastra dan seni.(Hadi)

 

 

Exit mobile version