News

Mobil Avanza, Agya, Brio Sampai Xenia Masih Aman Konsumsi BBM Subsidi Pemerintah

747
×

Mobil Avanza, Agya, Brio Sampai Xenia Masih Aman Konsumsi BBM Subsidi Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Mesin SPBU yang menunjukkan bahan bakar Pertalite akan dibatasi penggunaannya oleh pemerintah. FOTO/SCREENSHOT

posaceh.com, Jakarta – Mobil keluarga dan LCGC keluaran sejumlah pabrikan masih aman menggunakan BBM subsidi pemerintah pada tahun 2025 ini. Pemerintah hanya membatasi sampai 1.400 cc, sehingga mobil dengan tenaga di bawahnya akan tetap bisa mengisi Pertalite di SPBU.

Pemerintah telah memiliki rencana membatasi mobil-mobil yang dapat menggunakan Pertalite, sebagai upaya membatasi penggunaan Pertalite supaya lebih tepat sasaran.

Upaya pembatasan penggunaan Pertalite ini mengacu pada rencana perubahan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, yang hingga kini revisi belum kunjung diteken pemerintah.

Dalam draft revisi aturan itu, tercantum kriteria masyarakat sebagai penerima BBM subsidi. Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim pernah menyebut pembatasan itu diwacanakan berlaku untuk mobil dengan kapasitas mesin lebih dari 1.400 cc.

Praktis, jika aturan itu terbit mobil-mobil dengan dimensi mesin di bawah 1.400 cc yang hanya bisa ‘menenggak’ BBM jenis Pertalite. Saat ini pemerintah lewat Pertamina menerapkan pembatasan distribusi Pertalite.

Hanya mobil-mobil yang terdaftar dan punya barcode dari MyPertamina saja yang bisa mengisi Pertalite. Kendati aturan pembatasan ini masih dalam rumusan dan belum rincian ihwal kriteria kendaraan yang diperbolehkan menggunakan Pertalite, boleh jadi mobil bermesin 1.400 cc ke atas tak lagi bisa mengisi Pertalite di 2025.

Jika mengacu pada kapasitas mesin, maka Toyota mewakili empat model yakni Agya 1.197 cc, Calya 1.197 cc, Raize 998 cc dan 1.198 cc serta Avanza 1.329 cc. Kembarannya, Daihatsu mewakili lima model yakni Ayla 998 cc dan 1.197 cc, Sigra 998 cc dan 1.197 cc, Sirion 1.329 cc, Rocky 1.329 cc serta Xenia 1.329 cc, seperti dikutip dari CNN, Rabu (1/1/2025).

Sedangkan merk Suzuki ada dua yakni Ignis 1.197 cc dan S-Presso 998 cc. Nissan juga dua model, Kicks e-Power 1.198 cc
dan Magnite 999 cc. Masih dari pabrikan Jepang, Honda hanya mewakili Brio 1.199 cc, selebihnya dilarang menggunakan Pertalite, seperti BRV, HRV serta CRV.

Untuk pabrikan Korea Selatan ada tiga yakni Kia Picanto 1.248 cc, Seltos bensin 1.353 cc dan Rio 1.348 cc. Merk China hanya dua yakni Wuling Formo S 1.206 cc dan DFSK Super Cab Diesel 1.300 cc. Dari pabrikan India, hanya Tata Ace EX2 702 cc.

Dari pabrikan Eropa yang rata-rata mengeluarkan mobil mewah, ternyata juga ada yang bisa menenggak Pertalite, seperti merk Mercedes-Benz dari Jerman dengan model A-Class 1.332 cc, CLA 1.322 cc, GLA 200 1.332 cc dan GLB 1.332 cc.

Masih dari Jerman, ada Audi Q3 1.395 cc dan Volkswagen dengan tiga model yakni Tiguan 1.398 cc, Polo 1.197 cc dan T-Cross 999 cc. Dari pabrikan Prancis, yakni Peugeot 2008 1.198 cc dan tiga model Renault, Kiger 999 cc, Kwid 999 cc dan Triber 999 cc. (Muh/*)