Misteri Gambar Berusia 20.000 dari Zaman Es Terpecahkan, Ini Maknanya

  • Bagikan
Gambar dari Zaman Es berusia 20.000 tahun. ©HENRI BREULI/DURHAM UNIVERSITY/PA WIRE

posaceh.com, Konservator furnitur asal London, Ben Bacon, berhasil memecahkan misteri dari gambar berusia 20.000 tahun dari Zaman Es. Temuan ini membantu memahami mengapa para pemburu-pengumpul Zaman Es menggambar di dinding gua.

Bacon menganalisis tanda yang ada di gambar tersebut dan menyimpulkan tanda itu mengacu pada kalender lunar. Ini membuktikan orang Eropa awal membuat catatan tentang waktu siklus reproduksi hewan.

Bacon mengatakan temuannya terasa “sureal” karena dapat mengetahui untuk pertama kalinya apa yang dikatakan para pemburu-pengumpul. Demikian dikutip dari BBC, Kamis (5/1/2023).

Lukisan hewan di dinding gua seperti ikan, rusa kutub, dan hewan ternak ditemukan di gua-gua seluruh Eropa.

Tapi para arkeolog bingung apa arti titik-titik dan tanda lainnya di lukisan tersebut. Jadi Bacon memutuskan dia akan berusaha dan memecahkannya.

Bacon menghabiskan berjam-jam di internet dan Perpustakaan Inggris memeriksa gambar tersebut dan mengumumpulkan data sebanyak mungkin lalu mulai meneliti pola-pola yang berulang di gambar tersebut.

Secara khusus, dia menguji tanda ‘Y’ di beberapa lukisan. Dia merasa itu adalah simbol “melahirkan” karena menunjukkan satu garis keluar dari yang lainnya.

Setelah penelitiannya semakin menunjukkan kemajuan, dia melibatkan teman-temannya dan akademisi senior. Mereka mendorong Bacon melanjutkan penyelidikannya.

Dia bekerja sama dengan tim termasuk dua profesor dari Universitas Durham dan satu dari Universitas College London. Dengan meneliti siklus kelahiran hewan-hewan masa kini yang serupa, mereka menyimpulkan bahwa jumlah tanda pada lukisan gua merupakan catatan terkait musim kawin hewan pada bulan lunar.

Temuan tim ini dipublikasikan dalam Cambridge Archeological Journal.

Profesor Paul Pettitt dari Universitas Durham mengungkapkan Bacon sempat menghubunginya dan dia senang Bacon serius dengan penelitiannya.

“Hasilnya menunjukkan pemburu-pengumpul Zaman Es adalah yang pertama menggunakan kalender sistemik dan tanda untuk merekam informasi tentang perisitiwa ekologis besar dalam kalender tersebut,” jelasnya.

“Pada gilirannya, kami dapat menunjukkan bahwa orang-orang ini, yang meninggalkan warisan seni spektakuler di gua Lascaux (di Prancis) dan Altamira (di Spanyol), juga meninggalkan catatan ketepatan waktu awal yang pada akhirnya akan menjadi hal biasa di antara spesies kita.”

Bacon mengatakan nenek moyang kita “jauh lebih mirip dengan kita daripada yang kita duga sebelumnya. Orang-orang ini, yang terpisah dari kita selama ribuan tahun, tiba-tiba menjadi jauh lebih dekat”.  (merdeka.com)

  • Bagikan