Posaceh.com, TEL AVIV — Mesir setuju untuk membuka kembali perbatasannya dengan Jalur Gaza untuk memungkinkan bantuan menjangkau warga Palestina. Kesepakatan itu terjalin saat Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden membahas bantuan untuk Gaza dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi melalui telepon pada Rabu (18/10/2023) malam.
Biden mengatakan kepada wartawan, bahwa Sisi setuju untuk membuka penyeberangan Rafah dari Mesir ke Gaza. Pembukaan penyebaran ini memungkinkan sekitar 20 truk yang membawa bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah kantong tersebut. Masyarakat Gaza sangat kekurangan makanan, air, bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya setelah Israel melancarkan blokade dan serangan udara beberapa hari yang lalu.
Dalam perjalanan ke Washington, Biden mengatakan, dia berterus terang kepada Israel tentang perlunya memfasilitasi bantuan ke Gaza. Biden tidak memberikan batas waktu pembukaannya, tetapi juru bicara keamanan nasional AS John Kirby mengatakan, pembukaan tersebut akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang setelah perbaikan jalan.
Meskipun perjanjian tersebut merupakan sebuah terobosan, aliran bantuan masih belum memenuhi kebutuhan. Kepala bantuan PBB Martin Griffiths mengatakan kepada Dewan Keamanan pada Rabu, bahwa organisasi tersebut berupaya untuk mengembalikan pengiriman bantuan ke Gaza menjadi 100 truk sehari, jumlah yang sama sebelum perang Israel-Hamas.(Republika.co.id)











