News

Menteri Agama Pakai Baju Adat Aceh saat Ucapan Peringatan Bulan Maria, Tuai Beragam Tanggapan Warga Aceh

32
×

Menteri Agama Pakai Baju Adat Aceh saat Ucapan Peringatan Bulan Maria, Tuai Beragam Tanggapan Warga Aceh

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Rai Nasaruddin Umar menjadi sorotan publik setelah mengenakan pakaian adat Aceh saat menyampaikan ucapan terkait Bulan Maria 2026. FOTO/ TANGKAP LAYAR VEDIO BIRO HUMAS DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN AGAMA

posaceh.com, Banda Aceh – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menjadi sorotan publik setelah mengenakan pakaian adat Aceh saat menyampaikan ucapan terkait Bulan Maria 2026. Momen tersebut memunculkan beragam komentar dari masyarakat Aceh di media sosial dan grup percakapan WhatsApp.

Bulan Mei sendiri dikenal sebagai Bulan Maria dalam tradisi Gereja Katolik, yakni masa penghormatan kepada Bunda Maria yang diperingati umat Katolik di berbagai daerah.

Pemakaian busana adat Aceh oleh Menteri Agama dalam kegiatan tersebut memicu pro dan kontra. Sejumlah warga menilai penggunaan pakaian adat Aceh pada acara keagamaan non-Aceh dianggap kurang tepat, sementara sebagian lainnya melihat hal itu sebagai bentuk toleransi dan penghormatan antarumat beragama.

Beberapa komentar warga Aceh yang dirangkum media posaceh.com pada Selasa, 12/5/2026 dari salah satu grup WhatsApp antara lain:

“Lage keu gura-gura di peugot tanyoe Aceh.”

“Penggabungan dua aliran menjadi satu… bereh Pak Umar.” “Seharusnya bek terjadi lage lagenyan pakek baje adat bak acara yang hana menyangkut identitas suatu daerah, dan harus na yang protesnyan.”

“Ka itik lam mon baje adat Aceh.”

“Pelecehan dan peukabeh baju raja Aceh.”

“Meudeh paje adat Papua cocok geu pakek menyo keunuk ucap selamat keu awak Katolik.”

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kementerian Agama terkait beragam tanggapan masyarakat tersebut. Perdebatan di ruang publik pun masih berlangsung, terutama mengenai batas penggunaan simbol budaya daerah dalam kegiatan lintas agama dan nasional.(Hadi)