NasionalPendidikan

Menag RI Beri Kuliah Umum di Aceh

21
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. mengisi kegiatan kuliah umum dan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN), berlangsung di Auditorium UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Selasa (11/8/2026) FOTO/ ABDUL HADI

posaceh.com, Banda Aceh – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. mengisi kegiatan kuliah umum dan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN), Acara tersebut berlangsung di Auditorium UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, pada Selasa, 11/8/2026.

Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi dan civitas akademika ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi, khususnya antara USK dan UIN Ar-Raniry yang selama ini dikenal sebagai perguruan tinggi tetangga yang berdampingan erat di jantung Kota Banda Aceh.

Terlebih lagi, momentum ini seiring dengan kepemimpinan baru Rektor UIN Ar-Raniry yang baru saja terpilih untuk periode kedua hingga tahun 2030.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, dalam pemaparannya mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap peran strategis Provinsi Aceh bagi peradaban Islam di Nusantara.

“Setiap kali berkunjung ke Aceh, entah mengapa saya selalu merasa istimewa,” ujar Menteri Agama. Ia juga menegaskan bahwa Aceh memiliki posisi yang sangat vital bagi sejarah keagamaan di tanah air. “Tanpa Aceh belum tentu kita melihat Indonesia beragama Islam sebesar ini.”

Selain itu, Menag RI turut menyoroti pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual dalam dunia pendidikan tinggi.

“Iqra tanpa bismirabik akan melahirkan monster. Bismirabbik tanpa iqra, lumpuh,” pesan Prof. Nasaruddin, sekaligus menambahkan bahwa Indonesia, dengan titik strategis di Aceh, merupakan kawasan paling aman untuk mengembangkan pusat peradaban Islam regional. “Tempat paling aman untuk mengadopsi ilmu dan peradaban Islam adalah di Indonesia. Saya kira tempat paling strategis adalah di Aceh, dekat Brunei, dekat Malaysia, dekat Asia Tenggara, dekat semuanya.”(Hadi)

Exit mobile version