posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam berkomitmen memberikan pembinaan mualaf sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mensyiarkan agama Islam, secara rutin DSI melakukan pembinaan kepada mualaf, pembinaan dan pengajian bagi mualaf dilaksanakan setiap hari Selasa di Mushalla Al-Bayan DSI Kota Banda Aceh.
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh, Ridwan Ibrahim, SAg MPd, mengatakan pengajian rutin bagi muallaf ini merupakan program pendampingan dan pembinaan yang diberikan DSI untuk para mualaf guna menambah pemahaman tentang keislaman agar mereka yakin dan istiqamah dengan aqidah islam.
“Program ini bentuk kepedulian Pemko Banda Aceh terhadap saudara-saudara kita yang baru masuk Islam, kita dampingi dan berikan pemahaman agar mereka tidak goyah terhadap apa yang baru mereka yakini,” katanya di Banda Aceh, Selasa (15/12/2022)
Ridwan juga mengatakan, jamaah mualaf diharapkan untuk bisa mengikuti pengajian keagamaan secara istiqomah dimanapun mereka berada, baik pengajian di DSi maupun pengajian yang ada di gampong, karena selain menambah ilmu, pengajian tersebut juga menjadi ajang silaturahmi.
“Jamaah mualaf agar terus mengikuti pengajian dengan istiqomah sebagai charge keimanan. Selain itu akan terjalin silaturahmi yang kuat antar jamaah,” ucapnya.
Menurutnya, tujuan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi mualaf dan pembinaan aqidah, akhlak dan ibadah. Mempererat silaturahmi dan momentum untuk saling sharing antar mualaf.
“Meningkatkan kualitas keimanan dan pemahaman keislaman di kalangan para mualaf, sehingga akan tumbuh semangat yang kuat untuk belajar dan menjalankan ajaran Islam secara kaffah,” katanya.
Kadis Syariat Islam menyampaikan, selama kegiatan, digelar layanan konsultasi keagamaan agar mualaf bisa lebih terbuka menyampaikan permasalahan, baik terkait masalah agama, keluarga, ekonomi, dan lainnya.
“Sehingga kami bisa memetakan apa yang menjadi kebutuhan mualaf, dan pembinaan pun akan lebih terarah. Juga akan berupaya mencarikan solusi terbaik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Tgk Ridwan menambahkan, program pembinaan dan pengajian ini telah lama berjalan, karena menurut Ridwan Pemko Banda Aceh sangat peduli terhadap para mualaf yang ingin mempelajari islam secara kaffah, tidak hanya soal aqidah, DSI bersama Baitul Mal Kota Banda Aceh dan lembaga lainnya juga memperhatikan soal kondisi ekonomi para mualaf.
“Selain pengajian kita bersama baitul mal Kota Banda Aceh Juga memberikan sedikit bantuan ekonomi untuk para mualaf, kita juga melibatkan MPU Banda Aceh dalam pensyahadatan warga yang ingin memeluk agama Islam, mudah-mudahan ada lembaga lainnya yang turut membantu para mualaf yang saat ini jumlahnya ada sekitar 50 orang,” pintanya.
Namun yang paling penting dalam kegiatan tersebut menurut Ridwan Ibrahim ialah pembinaan aqidah.
“Yang paling penting adalah soal aqidah, agar para mualaf tidak goyah kepercayaannya kepada Allah, selanjutnya tentang tata cara beribadah, seperti shalat, wudhu dan lain sebagainya,” ujar Ridwan.
Hal senanda juga diungkap oleh Kabid Dakwah Irwanda M Jamil SAg, dengan adanya kegiatan keagamaan ini para mualaf dapat memantapkan pemahaman tentang rukun iman dan rukun islam.
“Para mualaf juga diberi kesempatan untuk berdialog tanya jawab ketika ada masalah-masalah yang dinilai kurang paham, karena ustadz-ustadz yang memberi pembekalan memang berkompeten di bidangnya.” pungkas Irwanda.(Muiz)
