EkbisNasional

Mazda Uji SUV Listrik Hasil Platform Sendiri, Ini Bocorannya

35
Bocoran Mazda SUV EV terbaru. FOTO/ :Carscoops

posaceh.com, Jakarta – Mazda mulai menguji calon SUV listrik generasi terbaru di sirkuit Nürburgring, Jerman.

Prototipe tersebut tertangkap kamera sedang menjalani pengujian dengan bodi modifikasi yang menyerupai Mazda CX-90, SUV tiga baris berukuran besar.

Menurut Autoevolution, mobil ini terlihat memasuki pusat pengujian Jaguar Land Rover di kawasan Nürburgring.

Namun, jangan terkecoh dengan bentuknya. Bodi tersebut hanya digunakan sebagai engineering mule untuk menguji perangkat mekanis, sasis, dan karakter berkendara.

Karena itu, penampilannya belum bisa dijadikan gambaran desain mobil produksi nanti.

Jalopnik mencatat sejumlah petunjuk bahwa mobil ini bukan CX-90 biasa, yakni jarak sumbu roda yang lebih pendek, lebar tapak roda yang lebih sempit, grille tertutup rapat, dan tidak adanya ujung knalpot.

Hal yang lebih menarik justru berada di balik bodinya. Prototipe ini diyakini menggunakan platform BEV khusus yang dikembangkan sendiri oleh Mazda, yakni Skyactiv EV Scalable Architecture.

Platform ini sudah diumumkan sejak 2021 dan dirancang untuk beragam ukuran bodi, kapasitas baterai, serta konsep penggerak. Jadi, bukan hasil adaptasi dari platform Changan seperti yang terjadi pada Mazda 6e dan CX-6e.

Meski masih menggunakan bodi SUV besar untuk pengujian, model produksinya diperkirakan berukuran lebih dekat ke Mazda CX-5. Artinya, Mazda berpotensi menyasar segmen SUV listrik kompak yang pasarnya cukup besar.

Murni Mazda

Kehadiran prototipe ini menarik jika dibandingkan dengan Mazda CX-6e. SUV listrik tersebut diperkenalkan secara global pada Januari 2026 melalui kolaborasi Mazda dengan Changan, pabrikan otomotif asal China.

Berbeda dengan prototipe yang tertangkap di Nürburgring, CX-6e menggunakan platform dan teknologi elektrifikasi Changan yang disesuaikan dengan karakter Mazda.

Kerja sama ini menjadi salah satu cara Mazda mempercepat kehadirannya di pasar kendaraan listrik.

Sementara itu, SUV yang diuji di Jerman mengandalkan arsitektur listrik hasil pengembangan internal Mazda.

Keduanya memang bagian dari strategi elektrifikasi perusahaan, tetapi tidak berarti keduanya berstatus pendahulu dan penerus.

Dengan platform sendiri, Mazda punya keleluasaan lebih besar menentukan karakter sasis, respons kemudi, dan pengendalian yang ingin dipertahankan pada mobil listriknya.

Di internal, pengembangan ini ditangani tim khusus bernama E-Mazda.

Tantangan Mazda adalah mempertahankan filosofi Jinba Ittai, yang menggambarkan keselarasan antara pengemudi dan mobil.

Filosofi ini menjadi salah satu ciri khas produk Mazda, terutama dalam hal respons kemudi dan rasa berkendara.
Bobot baterai yang besar menjadi tantangan tersendiri bagi karakter tersebut.

Karena itu, pengujian di Nürburgring menjadi kesempatan bagi para insinyur Mazda untuk mengevaluasi keseimbangan sasis, pengendalian, dan respons kendaraan dalam berbagai kondisi.

Meski demikian, belum ada spesifikasi resmi mengenai kapasitas baterai, tenaga motor listrik, jarak tempuh, maupun konfigurasi penggerak SUV tersebut.

Meluncur di 2029

SUV listrik ini sebelumnya diperkirakan meluncur sekitar 2027, dengan penjualan di Amerika Utara menyusul pada 2028.

Namun, menurut Jalopnik, laporan terbaru menyebut peluncuran platform ini mundur hingga 2029. Itu pula yang dianggap menjelaskan mengapa Mazda masih memakai mule yang sama.

Penundaan tersebut dikaitkan dengan strategi Mazda yang memberi perhatian lebih besar pada teknologi hybrid dan mesin pembakaran generasi berikutnya, sambil mencermati perkembangan permintaan kendaraan listrik global.

Mazda sendiri belum memberikan pernyataan resmi soal jadwal baru ini. Hingga kini, Mazda belum mengungkap nama resmi maupun desain produksi SUV tersebut.

Karena itu, belum bisa dipastikan apakah model ini akan ditempatkan sebagai SUV listrik sekelas CX-5 atau mengisi segmen lain.

Yang jelas, pengujian di Nürburgring menandai langkah penting bagi Mazda. Setelah menghadirkan CX-6e lewat kolaborasi dengan Changan, pabrikan Jepang ini juga tengah menyiapkan fondasi teknologi BEV mandiri untuk produk masa depannya.(Muh/*)

Exit mobile version