posaceh.com, Sigli – Sejumlah masyarakat melakukan kerja bakti pembersihan lingkungan dan membersihkan sungai yang tersumbat oleh batang bambu bahkan tumpukan tanah di Sungai Gampong Leun Tanjong Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie, Sabtu (21/1/2023).
Adapun kegiatan yang akan dilakukan selama tiga hari yang akan melibatkan langsung 40 warga gampong setempat dan satu unit escavator untuk mendukung kerja masyarakat membersihkan sungai di salah satu titik penyebab terjadinya banjir.
Koordinator IOM Fachmi mengatakan, bahwa di Gampong Leun Tanjong saat ini sedang penampungan sebanyak 174 warga pengungsi Rohingya dilokasi gedung Yayasan Mina Raya tempat bekas penampungan anak yatim pintu.
“Kegiatan kerja bakti yang dilakukan oleh masyarakat setempat untuk menyeimbangkan bantuan antara masyarakat dan banyaknya bantuan yg ditujukan untuk pengungsi rohingya,” kata koordinator IOM.
Fachmi menambahkan, IOM sebagai salah satu lembaga international yang terlibat mendukung pemerintah Kabupaten Pidie terlihat menginisiasi pelaksanaan kegiatan bersama dengan tokoh masyarakat setempat. Dalam sosialisasi disampaikan sebelum kegiatan dilaksanakan, disebutkan bahwa kegiatan tersebut tindak lanjut dan rekomendasi Pj Bupati Pidie, pada saat meraka melaksanakan koordinasi penanganan pengungsi Rohingya di kabupaten Pidie beberapa waktu lalu.
“Dalam koordinasi ditekankan agar pihak pihak yang akan terlibat dalam penanganan pengungsi melibatkan warga masyarakat untuk pelaksanaan kegiatan di dalam tenpat penampungan pengungsi Rohingya,” ujarnya.
Koordinator Yayasan Seribu Bintang, Nurmalawati menjelaskan, bahwa dalam penanganan pengungsian warga Rohinghya juga ikut membantu dari lembaga YKMI, lembaga dinas Sosial TKSK beserta masyarakat setempat sejak awal pengungsi dipindahkan ke camp di Yayasan Mina Raya.
“Kami dari Yayasan Seribu Bintang membantu memberikan pendidikan kepada anak-anak pegungsi dan kami mendapat dukungan juga dari IOM untuk melaksanakan kegaitan pendidikan untuk anak anak pengungsi Rohingya seperti, literasi kelas,kelas bermain dan kekerasan berbasis gender,” ujar Mala.
Ia menambahkan bahwa dalam pengamatannya banyak warga masyarakat yang dilibatkan dalam kegiatan dalam camp tersebut, seperti YKMI juga melibatkan warga desa dalam pembuatan pagar disekeliling.
“Yayasan Mina Raya, terutama dalam hal pembersihan dan persiapan tempat serta perbaikan sarana listrik dan air, ngo lain yg terlibat dalam penangana n pengungsi seperti YKMI juga melibatkan warga desa dalam pembuatan pagar disekeliling tempat ini. (Harmadi)











