NasionalOlahraga

Mantan Pelatih Persiraja, Hendri Susilo, Satu-Satunya Coach Lokal di Super League

730
Hendri Susilo (kiri) menjadi pelatih Malut United pada musim 2025/2026. FOTO/DOK.MALUT UNITED

posaceh.com, Jakarta – Namanya memang tak setenar  Bambang Pamungkas , Kurniawan Dwi Yulianto, atau Budi Sudarsono, namun Hendri Susilo  punya kharisma tersendiri.

Kini, di Super League 2025/2026, Hendri menjadi satu-satunya coach atau pelatih lokal di antara 17 pelatih asing. Keputusan Malut United mengontraknya, setelah mendepak Imran Nahumarury, cukup mengejutkan.

Tak banyak yang mengira Hendri akan menjadi pilihan Malut. Pasalnya, dalam lima musim terakhir, Hendri akan berganti klub. Apalagi, Hendri sering dipecat di tengah musim berjalan.

Melansir CNN, Kamis (7/8/2025), musim lalu misalnya, Hendri dipecat Semen Padang FC pada awal musim, 13 September 2024, seusai kalah dari Malut United. Hendri hanya bertahan empat pekan di Liga 1 2024/2025.

Tak sampai sebulan, Hendri dipinang Sriwijaya FC, klub yang menyelamatkan dari degradasi dalam Liga 2 2023/2024. Hendri ‘balik kucing’ dengan Sriwijaya setelah berpisah dengan Jafri Sastra.

Dalam dunia kepelatihan, nama Hendri memang tak terlalu beken, tapi menjanjikan kualitas. Ia adalah salah satu kunci promosi Persiraja Banda Aceh ke Liga 1 pada 2020.

Dunia kepelatihan Hendri dimulai sejak awal abad milenium. Pada tahun 2005, Hendri menunjuk PSSI menjadi pelatih Timnas Indonesia U-17. Jabatan ini ia bangun hingga 2007.

Tahun berikutnya Hendri dikontrak DKI Jakarta untuk menangani tim Pekan Olahraga Nasional (PON). Pencapaian Hendri dalam ajang ini adalah semifinal dan gagal ke final setelah mengalahkan Papua.

Selepas PON, Hendri dikontrak Persisam Putra Samarinda (kini menjadi Bali United). Ini adalah pengalaman pertamanya melatih klub profesional. Kerja sama ini bertahan hingga 2011.

Setelah itu Hendri menjadi asisten Benny Dolo di Persija Jakarta pada 2013-2014. Hendri juga ikut ke Sriwijaya FC saat Bendol, sapaan akrab mendiang Benny, ke klub asal Palembang tersebut pada tahun 2014.

Hubungan Hendri dengan Benny memang dekat. Benny adalah pelatih yang mendatangkannya dari PSP Padang ke Pelita Jaya pada tahun 1986. Ditangani Benny, Hendri bertransformasi menjadi striker tajam.

Karena ketajamannya itulah Hendri dipanggil ke Timnas Indonesia pada periode 1991-1993. Salah satu ajang yang diikuti Hendri bersama Garuda adalah Piala Presiden Korea Selatan 1991.

Selepas Benny pensiun pada tahun 2016, Hendri memulai jalan ninjanya sendiri. Ia menangani PS Sumbawa Barat pada 2016-2017, juga ke PSPS Riau selama 2017 hingga 2018.

Dan, pada tahun 2019, ia dipinang Persiraja. Nama Hendri mulai dipertimbangkan pada musim ini, setelah membawa Persiraja promosi. Karena itu banyak klub yang memburu jasanya dari musim ke musim.

Jika dihitung, total sudah dua dekade Hendri menjadi pelatih, 2005 hingga 2025. Selama 20 tahun itu tak pernah pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, 11 Desember 1965 ini terjadi kemacetan.

Mampukah Hendri bertahan dalam persaingan keras Super League 2025/2026? Yang pasti, Hendri harus berjuang keras agar Malut United bertahan di papan atas. Jika tidak, kinerjanya akan dibandingkan dengan Imran.(Muh/*)

Exit mobile version