News

Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf Kembali Bertempur di Meja Debat, Saksikan di Kompas TV

2441
×

Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf Kembali Bertempur di Meja Debat, Saksikan di Kompas TV

Sebarkan artikel ini
Mualem nama populer Muzakir Manaf dan Fadhlullah (Dek Fadh) nomor urut 2. FOTO/ KIRIMAN TARMIZI AGE

posaceh.com, Banda Aceh – Mantan Panglima GAM, Muzakir Manaf kembali bertempur di meja debat Cagub-Cawagub Aceh di Amel Convention Hall, Blang Oi, Banda Aceh, Jumat (25/10/2024) pukul 20.00 WIB.

Penampilan ketiga Mualem nama populer Muzakir Manaf dalam kontestan Pilkada ini yang kini berpasangan dengan Fadhlullah (Dek Fadh) nomor urut 2 mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.

Mualem akan melakoni ‘perang’ kata-kata, bukan ‘perang senjata’ seperti era konflik Aceh lalu dengan pasangan nomor urut 1, Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi yang dapat disaksikan melalui tayangan Kompas TV.

Dengan tujuh orang panelis yang telah disiapkan KIP Aceh, Mualem tentunya akan mampu memaparkan visi-misi dengan baik, karena disaksikan langsung oleh rakyat Aceh.

Debat yang menampilkan tanya-jawab dari paparan yang disampaikan kedua calon dipastikan akan berlangsung menarik dan seru.

Mantan pejuang gerilya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh dari 2012 sampai 2017 mendampingi dr Zaini Abdullah ini dipastikan akan mendapat pertanyaan dari Bustami Hamzah yang pernah menjadi Sekda dan Pj Gubernur Aceh.
Namun, Mualem yang kembali ke Ibu Pertiwi seusai kesepakatan MoU Helsinki, Finlandia 15 Agustus 2005 akan tetap menawarkan visi kedamaian dan kemajuan bagi Aceh dalam debat tersebut.

Bahkan, disesuaikan kembali dengan butir-butir MoU Helshinki yang telah menjadi harapan utama dalam Pilkada Aceh serentak 27 November 2024.
Mualem yang lahir di Aceh Timur 3 April 1964 memiliki misi bertemakan: “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan.”

Dengan harapan, seluruh masyarakat Aceh menjalankan aktivitas dalam aspek kehidupan berlandaskan syariat Islam.
Dia juga menargetkan masyarakat Aceh dapat mencapai tingkat peradaban dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi.

Sebagai Ketua Partai Aceh (PA) sejak didirikan pada 2007, dia telah menjadikan PA sebagai penguasa DPRA sampai 2024 ini, dengan anggota terpilih terbanyak dibandingkan partai lainnya.
Mualem juga punya misi pembangunan daerah dan aktivitas kehidupan masyarakat akan dapat berlangsung harmoni dengan lingkungan hidup yang tetap lestari.

Apalagi, dia telah sempat memimpin sayap gerilya setelah gugurnya Abdullah Syafi’i pada 2002, sehingga memahami betul karateristik masyarakat Aceh.
Untuk kontestan kali ini, Mualem dan Fadhlullah diusung langsung oleh partainya sendiri yakni Partai Aceh bersama partai nasional Gerindra, serta PDI Perjuangan, PKS, Demokrat, PKB, PNA dan PPP.

Pendukung kuat Prabowo Subianto dalam dua kali pemilihan presiden (Pilpres) ini sempat kembali mencalonkan diri pada Pilkada Gubernur 2017, sebagai calon gubernur.

Namun, dia dikalahkan oleh Irwandi Yusuf, tetapi tidak berselang lama seusai diumumkan KIP Aceh, Irwandi dijemput ke Jakarta dan belum kembali ke Aceh sampai Pilkada 2024 ini.

Mualem yang sempat mendaftar sebagai aggota TNI tetapi gagal, menempuh pendidikan pertama di MIN Sampoiniet Aceh Utara 1971-1977.
Kemudian, SMP Negeri Idi Aceh Timur 1978-1981, SMUS Pase Sejaya Panton Labu Aceh Utara 1981-1984.
Dia juga sempat mengikuti pelatihan Militer di Camp Tajura, Libya 1986-1989 dan pernah menempuh pendidikan di Universitas Sultan Iskandar Muda.
Selama di Libya, dia menerima pelatihan tempur bersama anggota GAM lainnya dan sempat menjadi pengawal pribadi Kolonel Muammar Khadafi.

Mulai dalam gerakan gerilya Aceh, awalnya menjadi anggota pasukan GAM 1986-2005. Kemudian, menjadi Panglima GAM wilayah Pase dari 1998-2002 dan Wakil Panglima GAM 1998-2002 dan dari tahun 2002-2005 menjadi Panglima GAM.

Seusai MoU Helsinki, Mualem turun gunung menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dari 2005 sampai sekarang dan sebagai Ketua Umum Partai Aceh (PA) dari 2007 sampai sekarang.

Mualem sempat menjadi Ketua Dewan Penasihat DPD Partai Gerindra Aceh dari 2013 sampai 2022. Bahkan, menjadi Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Aceh 2013-2018.
Selanjutnya, sebagai anggota Majelis Tuha Peut dan Lapan PA 2018-2023. Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Aceh 2018-2023, Ketua Umum KONI Aceh 2018- 2022 dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Aceh 2018-2023.

Mualem yang berpasangan dengan Marlina Usman memiliki lima putra dan putri yakni Banta Syarif (alm), Sunil Iqbal, Laini Nazila, Rossa Arzila dan Muhammad Al Giffari.
Sementara itu, Fadhullah atau Dek Fad yang menjadi cawagub mendampingi Cagub Mualem juga dikenal sebagai mantan anggota GAM.
Dia yang sempat menjadi Panglima Operasi GAM wilayah Pidie ini sudah menjadi anggota DPR-RI dari Fraksi Gerindra dua periode, 2014-2019 dan 2019-2024.

Ketua Partai Gerindra Aceh dari 2022 sampai sekarang ini telah menyatakan siap adu debat dengan pasangan nomor urut 1.
Dek Fad ini memulai pendidikan di SD Negeri Aron, Geulumpang Tiga 1987-1993, MTs Swasta Jeumala Amal Lueng Putu, Pidie 1993-1996.

Kemudian, MA Darussa’adah, Geulumpang Tiga 2005-2008 dan S-1 Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Banda Aceh 2014-2017.

Dalam bidang organisasi, pria kelahiran Simpang, Geulumpang Tiga, Pidie pada 15 Juni 1981 tidak perlu diragukan lagi.

Saat remaja, dia sudah menjadi Ketua Organisasi Santri Dayah Jeumala Amal 1993-1996 dan menjadi Panglima Operasi GAM Pidie 2002-2005.

Seusai MoU Helsinki, dia menjadi Wakil Ketua DPW Partai Aceh Pidie 2005-2012, anggota Himpunan Pengusaha Migas Aceh 2009 sampai sekarang.

Dia juga sempat menempati posisi Bendahara Organisasi Kepemudaan Mahasiswa Pancasila Pidie 2010-2012.

Kemudian, sebagai Wakil Ketua KADIN Pidie 2011-2016, Ketua KNPI Pidie 2012-2016, Bendahara DPD Partai Gerindra Aceh2013-2022 dan Ketua DPD Partai Gerindra Aceh 2022 sampai sekarang.

Dia yang memiliki istri bernama Mukarramah menegaskan tema yang diusung KIP Aceh sudah sesuai dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh.

Itulah kontestan calon pemimpin Aceh yang hanya dua pasangan dengan latar belakang berbeda. Jadi, sangat layak ditunggu kemampuan mereka dalam berdebat pada Jumat (25/10/2024) malam ini.(Muh)