Daerah

Manfaatkan Limbah, AGP Peurada Jadikan Produk Bernilai Ekonomis

2148
Ibu ibu Dusun Gampong Peurada yang berada di bawah UMKM Ata Gampong Peurada sedang membuat produk dengan memanfaatkan limbah bekas untuk dijadikan produk yg mempunyai nilai ekonomis, di Peurada, Banda Aceh, Sabtu (9/4/2022) FOTO/ KIRIMAN IRHAMNI

 

posaceh.com, Banda Aceh – Barang nonorganik umumnya hanya terbuang menjadi sampah dan terlupakan. Namun dengan berbagai ide kreatif, sampah menumpuk bisa disulap menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.
Kelompok kerja dari ibu ibu kreatif disetiap Dusun dibawah Gampong Peurada yang tergabung didalam UMKM dibawah Ata Gampong Peurada (AGP), Sabtu (9/4/2022) melakukan Kegiatan pemanfaatan limbah terbuang untuk dijadikan produk yang bisa dihasilkan secara ekonomi.

Kegiatan yang didanai dari sumber dana hibah PNBP Universitas Syiah Kuala (USK) pada skim Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) yang diketuai Dr Dra Sulastri MSi. Para ibu-ibu kreatif dari empat dusun di Gampong Peurada menjadi peserta dan tim Produksi.

Kegiatan PKMBP juga melibatkan DLHK3 Kota Banda Aceh yakni Cut Safarina Yulianti, ST.,MM.,MT/ Kabid tata kelola lingkungan dan pegiat lingkungan hidup Dr. Irhamni, ST.,MT.,IPM, yang juga Dekan Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah.

“Terlibat juga mahasiswa peserta MBKM dari Prodi Pendidikan Kimia FKIP USK,” kata Dr Irhamni, kepada posaceh.com, Minggu (10/4/2022).
Kata Irhamni, para mahasiswa USK tersebut ikut bersama tim unit produksi pemanfaatan limbah plastik menjadi handucraft. Belajar memproduksi, melakukan analisis ekonomi, menvalidasi, mempersiapkan marketing produk untuk masuk dalam listing e-comerce.

Salah satu hasil kreativitas ibu ibu Gampong Peurada dari pemanfaatan limbah bekas seperti limbah tutup Aqua yg dikreasikan oleh ibu ibu untuk dijadikan tempat atau wadah air mineral
FOTO/ KIRIMAN IRHAMNI

Kegiatan usaha produksi ini mendapatkan dukungan penuh dari Keuchik Gampong Peurada, H. Marzuki Ibrahim, SE.Ak. dengan menetapkan Surat Keputusan pendirian unit usaha produksi pemanfaatan limbah.

Tudung sajinya produk ibu ibu Gampong Peurada yang dihiasi dengan pita biar tampak cantik agar lebih tertarik para konsumen untuk membeli dan memilikinya
FOTO/ KIRIMAN IRHAMNI

Bahan-bahan limbah plastik dari WCP Peurada dan dari warung/cafe dire-use menjadi aneka produk handycraft yang sangat menarik dan memiliki nilai jual.

“DLHK3 Kota Banda Aceh menjadi mitra unit usaha ini sudah menyatakan komitmennya untuk menampung hasil produksi ini,” ungkap Irhamni.

Harapannya unit usaha ini dapat menjadi keunggulan produk Gampong Peurada dan terus produksi berkelanjutan sebagai upaya mengurangi limbah plastik. “Usaha serupa juga dapat menjadi contoh bagi gampong lain untuk memanfaatkan limbah menjadi bernilai ekonomis dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” demikian Dr. Irhamni, ST.,MT.,IPM.(MarDG)

 

 

 

 

 

Exit mobile version