Pemerintah Aceh

Makanan Jamaah Sebelum Masuk Asrama Haji Diperiksa Ketat, Ketua PPIH Aceh Minta Tidak Makan Sembarangan

579
×

Makanan Jamaah Sebelum Masuk Asrama Haji Diperiksa Ketat, Ketua PPIH Aceh Minta Tidak Makan Sembarangan

Sebarkan artikel ini
Petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh memeriksa makanan yang akan disajikan kepada jamaah haji di Arnoby Catering Banda Aceh. FOTO/DOK.KEMENAG ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Makanan yang disediakan catering untuk jamaah calon haji (JCH) Aceh selama di Asrama Haji Banda Aceh diperiksa ketat setiap hari.

Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh bertugas melakukan pemeriksaan makanan yang akan disajikan ke jamaah setiap hari. Hal itu untuk memastikan kesehatan jamaah haji tetap prima selama berada di embarkasi,

Dilaporkan, setiap hari, petugas mengambil sampel makanan dari dapur Arnoby Catering, sebagai penyedia makanan untuk jamaah di Asrama Haji Embarkasi Aceh.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan tetap sesuai standar dan sudah sesuai rekomendasi dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh.

Kasi Pelaporan Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Yusri Sulaiman menjelaskan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), BKK setiap hari harus mengambil sampel dan melakukan pemeriksaan.

“Kenapa harus diambil sampel dan periksa, karena makanan merupakan salah satu sarana penularan dan penyebaran penyakit, serta menyebabkan penyakit terutama diare,” kata Yusri kepada Media Center Haji PPIH Embarkasi Aceh, Sabtu, (24/5/2025).

Yusri menjelaskan, pengambilan sampel makanan itu dilakukan oleh petugas BKK sebelum dibawa ke Asrama Haji. Baik untuk sarapan pagi, makan siang, dan makan malam.

Menurut Yusri, pemeriksaan dilakukan mulai dari bahan makanan, lingkungan dapur, hingga sterilisasi alat masak yang digunakan. Dikatakan, dua jam sebelum disajikan kepada jamaah, para petugas memastikan makanan tersebut layak dikonsumesi.

Ditambahkan, pemeriksaan meliputi bau, rasa dan tekstur untuk mencegah gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pencernaan, keracunan atau diare. “Sampel itu disimpan dalam bank sampel dan jika tidak terjadi kasus di Arab Saudi, maka sampel itu tidak diperlukan lagi,” ujarnya,

Yusri bersyukur, hingga kelompok terbang (kloter) 7 belum ada jamaah haji yang mengeluh sakit akibat makanan. Namun, jika nantinya terjadi maka sampel itu akan diperiksa ke laboratorium.

“Apakah benar dari makanan kita (katering) atau makanan lain milik jamaah,” ucapnya. Selain makanan katering, sebut Yusri, pihaknya juga mengambil sampel di kantin dan penjual makanan di pelataran asrama haji. Hal itu dilakukan agar pihaknya bisa menganalisis jika ditemukan kasus.

“Alhamdulillah selama ini masih aman, dan makanan yang disediakan pihak katering pun sesuai dengan kesepakatan menu di awal. Dari awal pihak Kemenag sudah ada standar menunya dan kita juga ada, kemudian dari Arnoby sudah menyesuaikan,” kata Yusri.

Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Azhari menyatakan setiap jamaah yang masuk ke asrama haji akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir untuk memastikan jamaah layak terbang.

“Memastikan kondisi kesehatan jamaah menjadi hal utama sebelum berangkat. Alhamdulillah selama ini jamaah kita dalam kondisi sehat,” katanya. Disebutkan, pihaknya sudah mempersiapkan makanan sesuai standar kesehatan yang ditetapkan.

Ditambahkan panitia juga memastikan keamanan pangan dengan melakukan pengawasan dan uji sampel makanan. “Hal ini untuk menjaga kesehatan dan kelancaran jemaah dalam menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci sehingga jemaah aman dan nyaman,” ujarnya.

Azhari juga mengimbau jamaah yang sudah memasuki asrama agar tidak mengkonsumsi makanan sembarangan demi menjaga kesehatan masing-masing. “Menjaga makanan itu penting untuk kesehatan dan yang disediakan oleh petugas itu sudah sesuai standar,” jelas Azhari.(Muh)