Pemko Banda Aceh

Majelis Ilmu di Pendopo, Ikhtiar Wali Kota Banda Aceh Perkuat Kebersamaan dan Nilai Keislaman

29
×

Majelis Ilmu di Pendopo, Ikhtiar Wali Kota Banda Aceh Perkuat Kebersamaan dan Nilai Keislaman

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal bersama para ASN Pemko Banda Aceh menghadiri majelis ilmu di Pendopo Wali Kota Banda Aceh kawasan Blang Padang, Jumat (13/8/2026) malam. FOTO/ DISKOMINFOTIK BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara rutin menggelar majelis ilmu di Pendopo Wali Kota Banda Aceh kawasan Blang Padang setiap Jumat malam sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat kebersamaan, ukhuwah, dan nilai-nilai keislaman di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang dikemas dalam Kajian Dakwah Pendopo Wali Kota Banda Aceh tersebut mengangkat tema “Berkolaborasi dalam Dakwah” dan diikuti jajaran SKPK serta sejumlah unsur pemerintahan dan lembaga keistimewaan Banda Aceh.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin bersama yang dipimpin Ustaz Rustandi Qamaruddin. Selanjutnya, jamaah mengikuti kajian dan tausiyah yang disampaikan Ustaz H Ahmad Rizal, Lc MA.

Ustaz H Ahmad Rizal, Lc MA menyampaikan tausyiah pada majelis ilmu di Pendopo Wali Kota Banda Aceh kawasan Blang Padang, Jumat (13/8/2026) malam.
FOTO/ DISKOMINFOTIK BANDA ACEH

Melalui majelis ilmu ini, jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh tidak hanya diajak meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Rutinitas kajian Jumat malam di Pendopo menjadi salah satu ruang pembinaan spiritual bagi jajaran Pemko Banda Aceh. Majelis ilmu tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keteladanan, kepedulian, serta semangat untuk menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah.

Dengan terus menghidupkan majelis ilmu, Wali Kota Illiza berikhtiar membangun lingkungan pemerintahan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja dan pembangunan, tetapi juga memiliki landasan moral, spiritual, dan nilai-nilai keislaman yang kuat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa kafaratul majelis. Para peserta berharap kajian rutin tersebut dapat terus menjadi ruang untuk menambah ilmu, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama menebarkan kebaikan di Kota Banda Aceh.(Tamam)