Nasional

Listrik Jawa Padam Bergilir, Antisipasi Cadangan Daya PLN Disoal

35
×

Listrik Jawa Padam Bergilir, Antisipasi Cadangan Daya PLN Disoal

Sebarkan artikel ini
Pejalan kaki di sepanjang jalan saat listrik padam. FOTO/Bloomberg

posaceh.com, Jakarta – Institute for Essential Service Reform (IESR) menilai pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Pulau Jawa seharusnya dapat diantisipasi oleh PT PLN (Persero), karena perusahaan di negara tersebut seharusnya memiliki ketersediaan cadangan daya atau margin cadangan sebesar 30%.

Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa berpendapat gangguan pada satu pembangkit atau elemen jaringan seharusnya tidak mudah berkembang menjadi pemadaman yang luas, kecuali jika PLN memang melakukan pemadaman untuk mengurangi beban listrik atau pembatasan beban.

Fabby mengungkapkan gangguan pada satu pembangkit atau satu elemen jaringan seharusnya dapat diantisipasi melalui ketersediaan cadangan daya, sistem proteksi, dan redundansi jaringan yang memadai.

“Seharusnya dapat diantisipasi melalui ketersediaan cadangan daya, sistem proteksi, dan redundansi jaringan yang memadai. Di sistem kelistrikan PLN, ketentuan margin cadangan mencapai 30% harusnya memberikan jaminan keamanan pasokan pembangkit,” kata Fabby dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Untuk itu, Fabby mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku regulator perlu melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami penyebab, faktor pemicu, serta kelemahan sistem yang memungkinkan berkembangnya gangguan menjadi pemadaman kebakaran yang meluas.

“Hasil investigasi ini harus disampaikan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas,” tegas dia.

Kementerian ESDM sebelumnya buka suara ihwal pemadaman listrik bergilir yang terjadi di berbagai wilayah di Jawa Barat hingga Jawa Tengah, yang terjadi sejak kemarin, Rabu (10/6/2026).

Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan terus berkoordinasi dengan PLN agar gangguan yang terjadi segera teratasi.

Akan tetapi, Tri enggan mengonfirmasi apakah penyebab pemadaman bergilir yang terjadi terjadi gangguan teknis pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1 atau faktor lainnya.
“Kami terus melakukan koordinasi untuk memastikan agar gangguan segera teratasi,” kata Tri kepada Bloomberg Technoz , Kamis (11/6/2026).

Salah satu warganet X dengan nama akun Lotucies melaporkan pemadaman listrik yang terjadi di Sawangan, Depok pada pagi hari ini.

Dia mengungkapkan pemadaman listrik sudah terjadi pada Rabu malam, tetapi kini kembali terjadi.

“@PLN_123 Sampe kapan Sawangan, Depok, Jawa Barat mati listrik??? Ini udah masuk hari ketiga mati lampu mulu ,” tulis Lotucies dalam unggahannya di X.

Berdasarkan penelusuran di media sosial, pemadaman listrik di wilayah Jawa Barat pada Rabu (10/6/2026) terjadi di Bandung, Cimahi, Karawang, Purwakarta, Bogor, Cikarang, Bekasi, Cirebon, hingga Indramayu.

Sejumlah warganet juga ramai mengunggah foto yang disebut-sebut merupakan pengumuman dari PLN UP3 Bekasi bahwa terdapat gangguan teknis pada PLTGU Jawa 1 sehingga terdapat penurunan pasok pembangkit ke sistem kelistrikan.

Hingga berita ini ditulis, PLN belum menanggapi pertanyaan yang dikirimkan Bloomberg Technoz ihwal penyebab pemadaman listrik di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah tersebut.

Tidak hanya di Jawa Barat, sejumlah warganet melaporkan pemadaman listrik tersebut terjadi di Semarang, Tegal, hingga Yogyakarta.

Diki (26 tahun) menyatakan pemadaman listrik di wilayah Tegal terjadi pada pukul 18.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

“Listrik mati terjadi di beberapa daerah di Kabupaten Tegal sekitar pukul 18.00—21.00 [WIB].Beberapa ada yang baru menyala sekitar jam 10 [22.00],” ujar Diki ketika dihubungi, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan keterangan PLN UP3 Yogyakarta, terdapat pemeliharaan jaringan listrik untuk menjaga kelancaran pasokan dan mencegah gangguan yang dapat mengakibatkan listrik padam.
Pemadaman listrik di wilayah Yogyakarta dilaksanakan pada Rabu (10/6/2026) dari pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB dan dilaksanakan oleh PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sedayu.

Namun, sejumlah warganet turut melaporkan pemadaman listrik di wilayah Yogyakarta terjadi pada sore hari hingga sekitar pukul 18.00 WIB.

Sekadar informasi, kapasitas terpasang pembangkit per April 2026 mencapai 108 gigawatt (GW).

Dari total kapasitas terpasang sebesar 108 GW sekitar 73% atau 79,05 GW merupakan porsi wilayah usaha PLN.

Artinya, pembangkit sebesar 48,79 GW atau 45% dimiliki oleh PLN, yang dimiliki oleh pembangkit listrik swasta atau  Independent Power Producer (IPP) sebesar 29,27 GW atau 27%, sewa 1%, dan UPTLS yang tersambung dengan sistem PLN sebesar 0,14 GW.(Muh/*)