* Tema Mesapat dalam Karya, Semangat untuk Budaya
posaceh.com, Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAPAN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Gema Membatik, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini berlangsung di Rumoeh Batik Aceh, Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, dengan mengusung tema “Mesapat dalam Karya, Semangat untuk Budaya” sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian budaya lokal melalui seni membatik.
Kegiatan Gema Membatik dilaksanakan sebagai salah satu upaya HIMAPAN FISIP USK dalam memperkenalkan sekaligus meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai seni dan budaya membatik. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal proses pembuatan batik, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Rumoeh Batik Aceh, yaitu Rahmi Bustami untuk memberikan penjelasan mengenai pengenalan batik, proses pembuatan, serta nilai seni dan budaya yang terkandung di dalamnya.
Tidak hanya mendapatkan materi, para peserta juga berkesempatan mengikuti praktik membatik secara langsung, mulai dari mengenal teknik dasar hingga mencoba menuangkan kreativitas melalui proses pembuatan motif batik.
Ketua Panitia Gema Membatik Muhammad Zulfan menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan kebudayaan.
“Melalui kegiatan Gema Membatik ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkarya, dan mengenal lebih dekat budaya membatik. Dengan adanya penyampaian materi dan praktik secara langsung, kami berharap peserta dapat memperoleh pengalaman serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses membatik dan pentingnya menjaga warisan budaya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua HIMAPAN FISIP USK periode 2026/2027 Salman Al Farisy menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau para pelaku seni, tetapi juga membutuhkan keterlibatan generasi muda.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga perlu memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai budaya. Melalui Gema Membatik, kami berharap mahasiswa dapat memahami bahwa budaya harus terus dijaga dan diwariskan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan belajar dan menghasilkan karya,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan Gema Membatik dapat menjadi langkah awal dalam membangun semangat mahasiswa untuk lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya lokal melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif.
Selain itu, Ketua Pembina Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAPAN), Nurul Kamaly, M.AP., turut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Gema Membatik. Menurutnya, kegiatan ini sangat menarik karena tidak hanya berfokus pada praktik membatik, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan memahami nilai-nilai sosial serta budaya.
“Kegiatan ini sangat menarik, tetapi bukan hanya sekadar membatik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga dapat belajar secara sosial dan budaya, mengenal nilai-nilai yang terkandung dalam warisan budaya, serta memahami pentingnya menjaga dan melestarikannya,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai wadah pembelajaran di luar ruang kelas, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara akademik, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengenal dan menjaga kekayaan budaya lokal.
Di akhir kegiatan, HIMAPAN FISIP USK menyampaikan apresiasi kepada Ibu Rahmi Bustami selaku pemateri dari Rumoeh Batik Aceh, seluruh peserta, serta panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan Gema Membatik, HIMAPAN FISIP USK berharap mahasiswa dapat semakin mengenal kekayaan budaya Indonesia, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan kesadaran untuk ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen HIMAPAN dalam menghadirkan program kerja yang tidak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kontribusi terhadap pelestarian budaya.(Tamam)
