posaceh.com, Bireuen – Bupati Bireuen H. Mukhlis melepas keberangkatan tim Persatuan Sepak Bola Seluruh Bireuen (PSSB) U-13 yang akan berlaga di Piala Soeratin 2026, di Kuta Asan, Pidie. Pelepasan berlangsung di Meuligoe Bireuen, Sabtu (15/8/2026) malam.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bireuen, H. Mukhlis dalam sambutannya menyampaikan pengalaman dirinya. Kata Bupati Mukhlis, ia pernah menjadi Ketua Umum PSSB ketika Bireuen dipimpin H. Ruslan M. Daud.
“Saat itu tim yang dijuluki ‘Laskar Batee Kureng’ berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia yang dikelola oleh Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di bawah kepemimpinan Ketua PSSI Djohar Arifin Husin,” kenang Bupati Mukhlis.
Sebut H Mukhlis, ketika itu dirinya memimpin PSSB dengan penuh perjuangan. Bahkan satu alat berat (ekskavator) senilai Rp800 juta harus dijual demi membiayai Bonden Kota Juang.
“Bila dikonversi dengan harga saat ini sekitar Rp1,6 miliar,” ujar orang nomor satu di Kabupaten Bireuen.
Pada kesempatan tersebut Bupati Bireuen H. Mukhlis juga berpesan kepada anak-anak yang mewakili Bireuen pada ajang Piala Soeratin U-13 PSSI Aceh, di Kuta Asan, Pidie. Katanya, anak-anak selain harus tampil maksimal di atas lapangan, juga harus pandai membawa diri dalam pergaulan, dan menjaga nama baik daerah.
FOTO/ RIZANUR
Sebelum berpisah, Bupati Mukhlis menyerahkan buah tangan yang diterima kapten PSSB Bireuen.
Selanjutnya ia menyebutkan, Pemkab Bireuen juga menyediakan bus dan biaya operasional bus selama mengantar dan membawa pulang skuad PSSB Bireuen U-13 itu.
Sementara Ketua Umum PSSB Bireuen, Drs. H. Mustafa A. Glanggang pada kesempatan itu memberikan kesaksian tentang kepedulian Bupati Mukhlis saat memimpin Bonden Kota Juang.
Kata Mustafa Glanggang, Haji Mukhlis sempat menghabiskan satu unit ekskavator miliknya demi membiayai operasional PSSB Bireuen.
Selanjutnya Bupati Bireuen periode 2002-2007 itu mengatakan, tidak mudah membina sebuah klub bola kaki, apalagi sekarang ini, setelah dilarang penggunaan APBD untuk kegiatan tersebut.
Drs. H. Mustafa A. Glanggang yang juga pernah aktif sebagai wartawan, dirinya merencanakan akan menjadikan Bireuen sebagai tempat pembinaan calon-calon pemain bola kaki masa depan.
“Semoga Bireuen menjadi salah satu daerah yang menjadi ‘Epicentrum’ pemain sepak bola berbakat yang kelak akan mewarnai Liga tertinggi di Indonesia,” harapnya.(Riza)
