Ekbis

Laba BSI Tembus Rp5,3 Triliun, Pembiayaan Tumbuh 16,21 Persen

27
×

Laba BSI Tembus Rp5,3 Triliun, Pembiayaan Tumbuh 16,21 Persen

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo. FOTO/ HUMAS BSI

posaceh.com, Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat kinerja positif hingga Agustus 2026. Laba perseroan mencapai Rp5,30 triliun atau tumbuh 10,07 persen secara tahunan (YoY).

Pertumbuhan tersebut ditopang penguatan dana pihak ketiga (DPK), ekspansi pembiayaan, efisiensi biaya dana serta peningkatan pendapatan berbasis fee. Kinerja ini menunjukkan mesin pertumbuhan BSI semakin terdiversifikasi.

Dari sisi pendanaan, DPK BSI tumbuh 17,71 persen menjadi Rp389 triliun. Dana murah atau CASA mencapai Rp246 triliun, dengan tabungan sebesar Rp171 triliun.

Penguatan dana murah tersebut turut menekan Cost of Fund (CoF) menjadi 2,30 persen atau turun 37 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Efisiensi ini memberikan ruang bagi BSI untuk menjaga daya saing pembiayaan sekaligus menopang profitabilitas.

Pada sisi intermediasi, pembiayaan BSI tumbuh 16,21 persen menjadi Rp344 triliun. Pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi dibandingkan DPK menunjukkan likuiditas perseroan mampu dioptimalkan untuk mendukung ekspansi bisnis. Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,8 persen.

Pendapatan berbasis fee juga menjadi salah satu penggerak kinerja. Fee Based Income (FBI) tumbuh 36,27 persen menjadi Rp5,6 triliun, terutama didorong bisnis treasury dan emas. Kontribusi tersebut meningkatkan fee based ratio BSI menjadi 23,07 persen.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pertumbuhan hingga Agustus 2026 menunjukkan penguatan fundamental perseroan dari berbagai lini bisnis.

“Kami melihat fundamental BSI semakin kuat. Pertumbuhan laba dua digit berjalan beriringan dengan penguatan CASA, pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi, penurunan cost of fund, serta akselerasi fee based income. Ini menunjukkan mesin pertumbuhan BSI semakin terdiversifikasi dan memiliki ruang untuk terus berkembang,” ujarnya, di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Memasuki kuartal IV 2026, BSI akan memperkuat sumber dana murah melalui pengembangan ekosistem haji dan umrah serta memperluas pembiayaan ritel dan konsumer berbasis underlying.

Perseroan juga akan mendorong bisnis ekosistem syariah dan emas, memperkuat transaksi digital serta menjaga kualitas pembiayaan untuk memastikan pertumbuhan tetap berkelanjutan.

“Ke depan, fokus kami bukan hanya tumbuh lebih besar, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan kualitas dan profitabilitas yang semakin kuat. Kami optimistis kinerja kuartal III dan hingga akhir tahun tetap berada di jalur yang telah ditetapkan,” imbuhnya.(Why/*)