posaceh.com, Jawa Barat – Komisi V DPR melakukan kunjungan kerja ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (17/3). Kunjungan tersebut guna memantau pemanfaatan bandara Kertajati yang salah satunya harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Anggota Komisi V DPR Mulyadi mengatakan, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana progres pemanfaatan BIJB. Kemudian, apa saja yang menjadi kendala selama ini.
DPR mendukung upaya BIJB Kertajati menjadi pusat logistik (pesawat kargo), embarkasi haji dan perawatan pesawat. Namun demikian, DPR berharap kehadiran BIJB Kertajati mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Jawa Barat.
“Persoalan yang saat ini dihadapi harus ada langkah solutif agar BIJB Kertajati bisa beroperasi sebagaimana mestinya,” kata Mulyadi saat dihubungi merdeka.com, Jumat (18/3/2022).
Dalam kunjungan tersebut, hadir Direktur PT BIJB Muhamad Singgih, Kepala Divisi Komersial dan Teknik Ari Widodo, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Administrasi Umum Dian Nurrahman.
Hadir pula Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang diwakili Kepala Otoritas Bandara Wilayah I, Yufridon Gandoz Situmeang.
Mulyadi juga mengkritik sejumlah persoalan yang terjadi dalam mega Bandara Kertajati. Misalnya saja, soal perencanaan dan kordinasi lintas stakeholder yang dianggap kurang. Lalu, salah hitung investasi dan managemen yang kurang mumpuni.
Dia melanjutkan, persoalan BIJB juga terjadi setelah pembangunan selesai. Salah satunya terkait investasi. Menurut dia, komitmen penyelamatan investasi dikalahkan oleh ego.
“Contoh pembangunan orientasi hanya legacy bukan solusi. Malah jadi prasasti,” tegas Anggota Dewan Pembina Gerindra ini. (merdeka.com)
