posaceh.com, Jakarta — Kepengurusan baru Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) langsung dihadapkan pada dua agenda besar, yakni Santri Championship pada 28–31 Oktober 2026 dan Asia Mini Football Championship pada Januari 2027.
Dua agenda tersebut menjadi langkah awal kepengurusan baru KSMI untuk memperkuat pembinaan, kompetisi, tata kelola organisasi, sekaligus mendorong prestasi sepak bola mini Indonesia ke tingkat Asia.
Ketua Umum KSMI Yan Mulia Abidin mengatakan, kepengurusan baru diisi sejumlah wajah baru, khususnya pada posisi strategis. Pembaruan tersebut diharapkan mampu membawa organisasi bekerja lebih terarah dan memiliki target yang lebih besar.
“Kebaruan ini harus membawa visi dan misi yang lebih besar,” kata Yan dalam rapat pengurus dan anggota KSMI di Jakarta, Jumat (2/10/2026) malam.
Rapat tersebut dihadiri sekitar 30 pengurus dan anggota, baik dari kepengurusan sebelumnya maupun jajaran baru. Sejumlah pengurus yang hadir antara lain Tri Winarno selaku Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Tundra Meliala sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Media dan Teknologi, serta Her Pramtama selaku Bendahara Umum.
Selain pembinaan dan kompetisi, pembenahan tata kelola menjadi perhatian kepengurusan baru. Her Pramtama menegaskan komitmennya membangun sistem keuangan KSMI yang bersih, tertib dan transparan.
“Kami berkomitmen membangun sistem keuangan yang bersih dan transparan agar tata kelola organisasi semakin baik,” ujarnya.
KSMI menempatkan Santri Championship sebagai agenda terdekat sekaligus momentum untuk menguji kesiapan organisasi dan pembinaan atlet sepak bola mini. Setelah itu, KSMI akan menghadapi Asia Mini Football Championship pada Januari 2027.
Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari upaya KSMI memperkuat kompetisi dan pembinaan pemain sekaligus membuka jejaring sepak bola mini Indonesia di level internasional.
Kepengurusan baru KSMI pun dituntut tidak berhenti pada perubahan struktur organisasi, tetapi segera menerjemahkannya dalam program dan prestasi yang terukur.(Why/*)











