News

Kritik Mendag, Pedagang Pasar Sebut Kenaikan Harga Telur Tertinggi dalam 5 Tahun

1619
×

Kritik Mendag, Pedagang Pasar Sebut Kenaikan Harga Telur Tertinggi dalam 5 Tahun

Sebarkan artikel ini
Telur. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

posaceh.com, Jakarta – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengkritik penyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang mendorong masyarakat agar tidak meributkan kenaikan harga telur yang telah menembus Rp32.000 per kilogram.

Padahal, Ikappi mencatat kenaikan harga telur yang mencapai Rp32.000 per kilogram tersebut merupakan tertinggi dalam lima tahun terakhir.

“Menurut kami ini harga tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir kementerian perdagangan bekerja,” kata Ketua Umum DPP Ikappi Abdul Mansuri kepada Merdeka.com di Jakarta, Selasa (23/08/2022).

Abdullah mengatakan, seharusnya Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mendorong agar harga telur bisa segera turun. Mengingat, kenaikan harga pangan tinggi protein tersebut amat memberatkan konsumen, termasuk para ibu rumah tangga.

“Ribut ini karena ada jeritan dari emak-emak yang terus mengalir kepada kami sehingga kami mau tidak mau harus mendorong agar pemerintah mencarikan solusi,” jelasnya.

Oleh karena itu, IKAPPI meminta kepada kementerian perdagangan untuk melakukan upaya-upaya lanjutan tidak hanya ber-statement yang justru akan membuat kegaduhan.

Adapun, upaya-upaya ini yang dapat dilakukan ialah dengan mengumpulkan peternak-peternak besar atau petelur-petelur besar dalam rangka mencari solusi dan langkah apa yang harus di lakukan ke depan. Bukan justru menyampaikan bahwa supply berlebih dan tidak boleh meributkan kenaikan harga.

“Kami berharap agar persoalan di lapangan seperti persoalan pangan, petelur, persoalan distribusi menjadi persoalan yang fokus harus di selesaikan bukan lari dari persoalan,” tandasnya.

Kata Mendag

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meminta masyarakat untuk tidak terlalu mempermasalahkan kenaikan harga telur ayam yang telah menembus Rp30.000 per kilogram.

“Oh itu nggak seberapa kok. Jangan diributkan ya,” ujar Mendag Zulhas pendek di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Diketahui, Mendag Zulkifli Hasan juga sempat berkesimpulan, saat ini komoditas telur ayam mengalami kelebihan pasokan (oversupply), sehingga banyak yang dimatikan ketika menetas. Hal itu lantaran pemerintah khawatir harga telur menjadi rendah.

“Memang telur ada naik sedikit kemarin Rp32.000 minggu lalu Rp27.000 tapi sekarang Rp29.000-30.000 per kilogram,” kata Mendag Zulhas di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Namun, kabar tersebut ditepis Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food, Frans Marganda Tambunan.

Dia membantah kenaikan harga telur ayam dalam beberapa waktu terakhir bukan disebabkan oleh kelebihan pasokan.

“Kemungkinan bukan over supply. Kalau over supply pasti harga turun. Itu harganya naik telur Rp33.000 saat ini,” tegasnya dalam acara Ngopi Bareng BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/08/2022). (Merdeka.com)