Internasional

Korban Selamat Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki Raih Nobel Perdamaian 2024

2074
×

Korban Selamat Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki Raih Nobel Perdamaian 2024

Sebarkan artikel ini
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2024, Nihon Hidankyo. Foto/AP

posaceh.com, Oslo – Salah seorang korban selamat serangan bom atom AS ke Hiroshima dan Nagasaki, Jepang meraih Nobel Perdamaian 2024.

Hadiah diberikan kepada Nihon Hidankyo, sebuah organisasi Jepang yang terdiri dari para penyintas bom atom AS di Hiroshima dan Nagasaki, atas upaya melawan senjata nuklir.

Jørgen Watne Frydnes, Ketua Komite Nobel Norwegia, Jumt (11/10/2024) mengatakan penghargaan tersebut dibuat karena tabu terhadap penggunaan senjata nuklir sedang berada di bawah tekanan.

Bulan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan perubahan doktrin nuklir negaranya, dalam sebuah langkah yang bertujuan mencegah Barat mengizinkan Ukraina menyerang Rusia dengan senjata jarak jauh.
Tampaknya hal ini secara signifikan menurunkan ambang batas kemungkinan penggunaan persenjataan nuklir Rusia.

Dalam file foto tahun 1945 ini, pemandangan kehancuran pasca bom atom AS dijatuhkan di Hiroshima, Jepang pada 12 Agustus 1945. Foto/AP

Watne Frydnes mengatakan komite Nobel ingin menghormati semua orang yang selamat, meskipun menderita secara fisik dan kenangan menyakitkan.

“Kami telah memilih untuk menggunakan pengalaman berharga mereka untuk memupuk harapan dan keterlibatan demi perdamaian,” tambahnya, seperti dilansir AP.

Ketua Hidankyo cabang Hiroshima, Tomoyuki Mimaki, yang berdiri di balai kota usai pengumuman tersebut, langsung bersorak dan menangis ketika menerima berita tersebut. “Apakah itu benar? Sulit dipercaya!” teriak Mimaki

Upaya pemberantasan senjata nuklir telah mendapat penghargaan sebelumnya dari komite Nobel. Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir (ICAN) memenangkan hadiah perdamaian pada tahun 2017.

Pada tahun 1995 Joseph Rotblat dan Konferensi Pugwash tentang Sains dan Urusan Dunia menang atas usaha mereka mengurangi peran senjata nuklir dalam politik internasional dan, dalam jangka panjang untuk menghilangkan senjata-senjata tersebut.

Beatrice Fihn, yang merupakan direktur eksekutif ICAN ketika memenangkan Nobel mengatakan menghormati Nihon Hidankyo. “Kami adalah mitra dalam perjuangan ini,” katanya kepada The Associated Press (AP).

“Orang-orang yang selamat dari Hiroshima dan Nagasaki paling mengetahui senjata nuklir,” ujarnya. “Mereka tahu bagaimana rasanya, bagaimana baunya ketika kota Anda terbakar akibat penggunaan senjata nuklir,” katanya.

Penghargaan tahun ini diberikan dengan latar belakang konflik dahsyat yang berkecamuk di Timur Tengah, Ukraina, dan Sudan.

“Sangat jelas, ancaman penggunaan senjata nuklir memberikan tekanan pada norma internasional yang penting, yaitu tabu penggunaan senjata nuklir,” kata Watne Frydnes.(Muh/*)