EkbisNasional

Kontradiksi Pasar: Mobil Listrik Menguat, Pangsa Pasar Toyota Susut

22
×

Kontradiksi Pasar: Mobil Listrik Menguat, Pangsa Pasar Toyota Susut

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi booth Toyota di IIMS 2026. FOTO/Dok. TAM

posaceh.com, Jakarta – Pasar mobil Indonesia pada Agustus 2026 sebenarnya sedang dalam kondisi yang menggembirakan.

Penjualan wholesales tembus 81.756 unit, angka tertinggi sepanjang 2026, dan tumbuh 32,4 persen dibanding Agustus tahun lalu.

Tapi di balik rekor itu, ada kontradiksi yang cukup mencolok: merek Jepang yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung industri otomotif nasional justru melemah.

Toyota turun 5,9 persen, Daihatsu turun 6,6 persen, dan Mitsubishi bahkan anjlok 18,3 persen dibanding bulan sebelumnya.

Menariknya, duet Toyota dan Daihatsu, yang selama ini menguasai hampir separuh pasar, pangsa pasarnya tergerus dari rata-rata 46,2 persen (Januari–Agustus) menjadi 41,1 persen di Agustus saja.

Bahkan Toyota, sang juara pasar dengan 175.931 unit terjual, hanya tumbuh 9 persen saat pasar secara keseluruhan tumbuh 20,1 persen. Pangsa pasarnya susut dari 32,3 persen menjadi 29,3 persen hanya dalam setahun.

Pangsa Pasar ICE Turun Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, membenarkan bahwa pangsa pasar mobil berbasis mesin konvensional atau internal combustion engine (ICE) yang didominasi merek Jepang tengah menurun.

“Pangsa pasarnya, iya betul (mobil ICE turun). Karena kan kalau dilihat 100 persen kan new energy vehicle-nya (NEV) kan naik menjadi 26 persen. Tadinya dari tahun 2021 hanya cuma sedikit. Sekarang (NEV) sudah cukup banyak, itu sekitar hampir seperempatnya kan,” ujar Kukuh, kepada Kompas.com, Kamis (10/9/2026).

Meski begitu, Kukuh menegaskan bahwa mobil konvensional belum benar-benar tergusur. Menurutnya, pangsa pasar mobil konvensional masih relatif tinggi sekitar 73 persen.

Artinya, pergeseran ini memang nyata, tapi berlangsung bertahap. Bukan revolusi mendadak yang membuat mobil ICE langsung ditinggalkan.

Ke mana larinya konsumen yang dulu setia pada merek-merek Jepang? Data menunjukkan bahwa BYD kini menguasai 9,6 persen pasar, Jaecoo 4,0 persen, dan gabungan keduanya mencapai 13,7 persen.(Muh/*)