posaceh.com, Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh terus memberikan motivasi dan semangat kepada para atlet yang menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) di Bulan Ramadhan ini.
Pelatda yang dilaksanakan KONI Aceh sebagai persiapan menghadapi PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara. Pola Pelatda dilakukan secara sentralisasi dan desentralisasi.
Ketua Pelatda, Drs Bachtiar Hasan beserta sejumlah panitia melalukan apel malam terhadap atlet Pelatda sentralisasi di penginapan atlet di Hotel Garuda, Banda Aceh, Minggu (10/4/2022).
Pada apel malam yang dilakukan usai shalat taraweh, Bachtiar Hasan memberikan arahan tentang pelaksanaan Pelatda, dan motivasi serta semangat kepada atlet. “Shalat dan disiplin dalam menjalani latihan bisa dijaga, insya Allah target kita di PON 2024 bisa tercapai,” ujar Bahtiar Hasan kepada para atlet.
Apel malam pada bulan Ramadhan ini, beberapa hari sebelumnya juga sudah dilakukan pada atlet Pelatda sentralisasi yang menginap di Hotel Penamas dan Al Fatih.
Bahctiar Hasan yang juga Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Aceh ini, menjelaskan, sebagai persiapan menghadapi PON XXI/2024 Aceh-Sumut, KONI Aceh telah memulai pembinaan atlet melalui Pelatda sentralisasi dan desentralisasi.
Bahkan, sebutnya, pembinaan atlet melalui Pelatda untuk persiapan PON XXI/2024 sudah dilakukan sejak 2021 dengan membina atlet lapis kedua. “Pada Pelatda 2022 ini dilaksanakan secara sentralisasi dan desentralisasi. Pelatda sentralisasi dilaksanakan dimulai 1 Maret dan akan berlangsung selama 10 bulan. Desentralisasi dimulai 1 April dan berlangsung selama enam bulan,” terang Bachtiar.
Dijelaskan, Pelatda sentralisasi terhimpun 129 atlet dari 25 cabang olahraga. Desentralisasi 147 atlet dari 44 cabang olahraga. Pelatda sentralisasi diantaranya merupakan atlet yang meraih medali di PON Papua. Pelaksanaan Pelatda sentralisasi ditangani langsung KONI Aceh. Selama menjalani pemusatan latihan para atlet mendapat akomodasi, konsumsi dan uang saku. “Dimana akomodasi para atlet yang menjalani Pelatda sentralisasi ada di tiga tempat yaitu Hotel Garuda sebanyak 4 cabor, Al Fatih 7 Cabor dan Penamas 14 cabor,” sebutnya.
Untuk, Pelatda atlet desentralisasi ditangani langsung Pengprov cabang olahraga masing-masing. Para atlet hanya mendapat uang saku dari KONI Aceh. Para atlet desentralisasi umumnya atlet yang tidak lolos dan tidak ikut PON XX/2021 Papua.
“Kita harapkan para atlet serius, disiplin dan semangat mengikuti program latihan Pelatda, sehingga prestasi yang ditargetkan bisa tercapai pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut,” demikian Bachtiar Hasan, Wakil Ketua II KONI Aceh.(Sudirman Mansyur)











