posaceh.com, Jakarta – Tokoh sayap kanan India dari Kerala, TG Mohandas, ditangkap polisi dari rumahnya di Mattanchery ke kantor polisi siber Thiruvananth, Minggu malam (9/8/2026).
Penangkapan itu merupakan buntut dari analisis dan komentarnya tentang demo Gen Z yang tergabung dalam Partai Kecoak , Cockroach Janta Party (CJP) India, yang menuntut pengunduran diri menteri pendidikan dan bocoran soal ujian Juli 2026 lalu.
Mohandas mengait-ngaitkan demo itu dengan komentar ngaco soal kemungkinan merencanakan massal karena banyaknya pendemo yang turun ke jalan.
Pernyataan yang membuat publik semakin marah bahwa dia menyebutkan, meskipun banyak rencana kemungkinan tidak akan ada yang melapor ke polisi.
Sebab, ia menilai “gadis-gadis itu menikmati pemerkosan,” katanya dengan enteng seperti diunggah dalam videonya dengan akun “Pathrika”.
Mohandas juga mengatakan bila dia berkuasa, akan diberlakukan jam malam untuk mengurangi kasus perencanaan.
Soal demo, Mohandas bersumpah akan membubarkan para pendemo dan jika para pendemo menolak, dia akan “melepaskan tembakan meskipun ada yang terluka atau mati di dunia,” katanya.
Video yang dibagikan Mohandas sudah beredar berbarengan dengan unjuk rasa para partai pemuda kecoak Juli lalu. Oleh karena itu, penangkapan Mohandas banyak dikritik karena pemerintah negara bagiannya dinilai lambat.
Selama ini Mohandas dikenal sebagai aktivis Partai Bharatiya Janata (BJP), partai politik yang berkuasa di India di bawah PM Modi.
Mohandas sering tampil sebagai koordinator negara bagian untuk sel intelektual partai tersebut dan menjadi pembicara dalam setiap debat di media.(Muh/*)











